Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Holy Salt Film Pendek Karya Mahasiswa IKJ Diputar di Balinale 2026
Balinale ke-19 memutar 94 film dari 38 negara (IDN Times/Ayu Afria)
  • Film pendek Holy Salt karya mahasiswa IKJ terpilih tayang di Balinale 2026, menjadi pengalaman festival pertama bagi sutradaranya, Mirza Mazini.
  • Holy Salt mengangkat kisah guru agama miskin yang menjual garam ruqyah palsu dan harus membuktikan kekuatannya saat diminta menyembuhkan penggemar kaya.
  • Balinale 2026 menampilkan 94 film dari 38 negara di Sanur, Bali, dengan Euphoria sebagai film pembuka dan The End sebagai penutup festival.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Film pendek berjudul Holy Salt karya mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) akan diputar dalam Bali International Film Festival (Balinale) ke-19. Film berdurasi 15 menit tersebut menjadi salah satu karya anak bangsa yang tampil dalam ajang tersebut.

Sutradara Holy Salt, Mirza Mazini mengatakan, partisipasi dalam festival ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia berharap kesempatan tersebut dapat membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk semakin dikenal di tingkat internasional.

"Sejujurnya ini event pertama, festival saya pertama sih," terangnya pada Senin (1/6/2026) di Sanur.

Holy Salt sarat pesan moral yang berkaitan dengan kondisi masyarakat

Sutradara Holy Salt, Mirza Mazini (IDN Times/Ayu Afria)

Mirza menyampaikan, film ini menceritakan seorang guru agama kurang mampu yang kemudian menjadi terkenal karena menjual garam ruqyah palsu kepada para pengikutnya di internet. Guru agama tersebut harus membuktikan kekuatan yang diklaimnya ketika seorang penggemar kaya meminta untuk menyembuhkan.

"Sebenarnya aku agak skeptis sih dengan garam ruqyah ini. Dosenku itu awalnya gak memperbolehkan aku membuat film ini karena menyangkut kepercayaan orang," ungkapnya.

Film ini digarap sekitar 5 bulan dengan lokasi syuting di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Penggarapan film ini diakui menghabiskan dana hingga Rp30 juta.

Sebanyak 94 film dari 38 negara diputar di Sanur

Balinale edisi ke-19 mengusung tema Stories Worth Experiencing akan menayangkan 94 film dari 38 negara, termasuk 20 World Premiere, 10 International Premiere, dan 26 Asian Premiere.

Founder Balinale, Deborah Gabinetti menyampaikan, film pendek tersebut akan diputar selama festival berlangsung pada 1-7 Juni 2026 di Sanur, Bali. Pusat pemutaran puluhan film ini akan dilakukan di Cinema XXI Icon Bali Mall, sedangkan venue untuk rangkaian program festival dilaksanakan di The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.

Festival ini ia harapkan menjadi ruang pertemuan bagi sineas, penonton, pelaku industri, komunitas, dan mitra lintas negara untuk merayakan cerita-cerita yang menggerakkan, menantang, dan menginspirasi.

"Tahun ini, Balinale kembali menegaskan posisinya sebagai festival film internasional berkualifikasi Academy Award pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk kategori Best Short Film," ungkapnya pada Senin (1/6/2026).

Euphoria dipilih menjadi film pembuka festival

Balinale ke-19 memutar 94 film dari 38 negara (IDN Times/Ayu Afria)

Dalam edisi kali ini, film pembukaan malam festival berjudul Euphoria, karya sutradara Julian Rosefeldt (Jerman, Ukraina, Bulgaria, Amerika Serikat). Euphoria mengupas sejarah kapitalisme, dengan mengutip pernyataan dari berbagai tokoh terkenal dan filsuf, seperti Albert Einstein, John Steinbeck, William Shakespeare, Snoop Dogg, Plato, Cardi B, dan banyak lainnya. Film ini dibintangi oleh Giancarlo Esposito dan Cate Blanchett atau lebih tepatnya suaranya sebagai harimau yang bernyanyi.

Euphoria adalah sebuah karya agung yang menelusuri sejarah keserakahan manusia. Dibuat sebagian besar di Kyiv hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia, serta di Sofia, New York, dan Berlin. Film ini mengeksplorasi mengapa kapitalisme tampaknya masih tak memiliki alternatif dan terus memikat umat manusia bahkan saat kita menyadari potensi destruktifnya.

Balinale 2026 akan ditutup dengan The End, film musikal karya Joshua Lincoln Oppenheimer yang akan diputar pada 7 Juni.

Editorial Team

Related Article