6 Cara Menghadapi Cuaca Panas Bersuhu Dingin di Bali

- BMKG Denpasar menjelaskan fenomena suhu dingin di tengah panas Bali terjadi pada puncak kemarau akibat gerak semu matahari dan angin dingin dari Australia.
- Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, memakai pakaian hangat malam hari, serta mencukupi cairan tubuh agar tetap fit menghadapi perubahan suhu ekstrem.
- BMKG juga mengingatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, kondisi gelombang laut, dan pentingnya memantau informasi cuaca resmi secara berkala.
Denpasar, IDN Times - Hampir seluruh wilayah Bali menghadapi kemarau dan cuaca panas. Meskipun demikian, suhu dingin di tengah panas menguat dari sore hingga malam. Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan fenomena suhu dingin saat panas di Bali.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, mengatakan fenomena tersebut biasanya terjadi di periode puncak musim kemarau, yaitu bulan Juni, Juli, Agustus. Penyebabnya gerak semu tahunan matahari dan aktifnya Monsun Australia. Termasuk pergerakan udara dingin dari Australia ke Bali. Adanya fenomena ini BMKG membagikan sejumlah cara menghadapi cuaca panas bersuhu dingin di Bali, berikut selengkapnya.
1. Jaga kondisi kesehatan

Cara pertama yaitu menjaga kondisi kesehatan tubuh. Eka Arisanti menekankan agar menjaga kondisi kesehatan tubuh untuk seluruh kalangan usia, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan. Sebab, imun tubuh anak-anak dan lansia jauh lebih rentan di tengah cuaca Bali yang tidak menentu.
2. Gunakan pakaian hangat saat malam hari

Suhu dingin saat cuaca panas di Bali semakin kuat saat sore ke malam hari. Cara kedua agar tidak kedinginan, kamu dapat menggunakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga pagi hari. Sebab, hawa dingin ini bertahan hingga pagi hari, jadi pastikan tubuhmu tidak kedinginan ya.
3. Jaga kebutuhan cairan tubuh

Cara ketika, kamu wajib menjaga kebutuhan cairan tubuh. Tubuh kita 60 persen lebih terdiri dari cairan, sehingga asupan air harus terjaga. Menghadapi cuaca di Bali saat ini, kamu harus menjaga kecukupan cairan tubuh sebab udara yang lebih kering dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
4. Waspadai potensi kebakaran hutan
Gak hanya kondisi kesehatan tubuh, Eka Arisanti juga menyebutkan pentingnya memperhatikan kondisi sekitar, terutama di wilayah Bali yang kering dan rentan kebakaran hutan.
“Mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang lebih kering selama musim kemarau,” kata Eka Arisanti kepada IDN Times pada Minggu (31/5/2026).
5. Perhatikan aktivitas gelombang laut

Selain aktivitas di darat, aktivitas di laut juga wajib diperhatikan, terutama bagi nelayan dan pelaku aktivitas kelautan. Meskipun cuaca panas, wajib tetap memperhatikan informasi cuaca dan tinggi gelombang yang dikeluarkan BMKG secara berkala.
6. Pantau informasi cuaca resmi

Terakhir, Eka Arisanti menekankan agar masyarakat tetap memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Memantau cuaca dapat permudah aktivitas harianmu agar tetap siap sedia di segala kondisi cuaca.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi cuaca di wilayah Bali,” imbuhnya.
![[QUIZ] Uji Pengetahuan Jejak Sukarno di Bali dan Hari Lahir Pancasila](https://image.idntimes.com/post/20171207/2-a3b2762825bdac27d388ef7caf5d0670.jpg)






![[QUIZ] Tiga Macam Sifat Triguna, Ini Tokoh Upin dan Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250525/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-18c86825124943ca3aa285fede1cb3b7.jpg)









