Budayawan Bali Menilai Hasil AI Termasuk Karya Seni

- Prof I Made Bandem menilai AI bisa membantu seniman memaksimalkan kreativitas, namun tidak boleh menjadi ketergantungan penuh agar gagasan utama tetap berasal dari seniman.
- Kolaborasi dengan AI dapat menghasilkan karya seni baru meski mengubah orisinalitas, dan tetap diakui sebagai bentuk ekspresi artistik modern.
- Bandem menekankan pentingnya kemampuan membuat prompt yang detail serta penguasaan dasar IT dan coding bagi seniman masa kini.
Denpasar, IDN Times - Kemajuan teknologi saat ini dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) memungkinkan dimanfaatkan seniman untuk memaksimalkan kreativitasnya dalam menghasilkan karya seni. Budayawan sekaligus seniman, Prof I Made Bandem, mengatakan bahwa seniman harus bisa memanfaatkan AI, namun tidak boleh tergantung sepenuhnya terhadap AI.
"Memudahkan kita berkarya. Tapi jangan tergantung sepenuhnya pada AI, karena gagasan utamanya harus kita kan. Gitu," jelasnya.
Seniman bisa meminta bantuan AI untuk memperbaiki karyanya, namun cara ini membuat karya berubah sifatnya menjadi tidak original seniman. Hasil paduan dengan AI pun tetap dianggap karya seni. Perkembangan teknologi AI bagi dunia seni juga memberikan sumbangsih ide yang lebih luas.
Meski begitu, untuk mendekati hasil yang semirip mungkin dengan kehendak sang seniman, Bandem menyarankan agar membuat prompt AI dengan tepat dan sedetail mungkin. Dengan situasi saat ini, seniman tidak hanya dituntut ide atau gagasan, tetapi juga keterampilan dasar IT.
"Sekarang sudah banyak yang menggunakan, memanfaatkan AI dilengkapi dengan coding," tegasnya.


















