Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas tapi Dingin di Bali

Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas tapi Dingin di Bali
Potret Pantai Sanur, Bali (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Pada awal Mei 2026, kemarau melanda Bali disertai hujan deras. Fenomena hujan deras di tengah kemarau ini telah berlalu. Namun, kini muncul fenomena baru yaitu cuaca panas tapi suhunya begitu dingin di sejumlah wilayah Bali, termasuk Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.

Suhu dingin ini semakin menguat menjelang malam hingga pagi. Dinginnya menyerupai kawasan dataran tinggi di Bali. Ternyata, ini ada penjelasan ilmiahnya. Bagaimana Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan fenomena ini? Berikut informasi selengkapnya.

1. Suhu lebih dingin pada malam hari terjadi di periode puncak musim kemarau

Ilustrasi kemarau di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi kemarau di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, menjelaskan fenomena suhu udara terasa lebih dingin di malam hari biasanya terjadi di periode puncak musim kemarau pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

“Hal ini disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya Monsun Australia. Pada periode ini posisi matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU),” jelas Eka Arisanti kepada IDN Times, Minggu (31/5/2026).

Periode posisi matahari tersebut menyebabkan terjadinya defisit penyinaran matahari untuk wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, seperti Bali dan sekitarnya. 

2. Pergerakan massa udara dingin Australia ke Bali

Ilustrasi Australia (IDN Times/Isidorus Rio)
Ilustrasi Australia (IDN Times/Isidorus Rio)

Penyebab lain suhu dingin saat kemarau di Bali juga dipengaruhi oleh kondisi di Benua Australia. Benua itu juga berada dalam periode musim dingin, dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi.

“Sehingga terjadi pergerakan massa udara bersifat dingin dari Australia menuju Indonesia melewati wilayah Bali dan sekitarnya,” kata Eka.

Ia menambahkan, kondisi langit cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan akan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung dilepas ke atmosfer. Hal tersebut menjadikan udara dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari.

Kalau di wilayahmu, apakah mengalami fenomena yang sama? Yuk bagikan pengalamanmu ya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas tapi Dingin di Bali

01 Jun 2026, 11:03 WIBNews