Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Jarak, Satu Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat Bali

Kab. Tabanan
Alasan Jarak, Satu Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat Bali
Siswa Sekolah Rakyat (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
5W1H
  • Operasional Sekolah Rakyat Bali dipindahkan dari Tabanan ke Karangasem, membuat satu siswa asal Desa Tunjuk mengundurkan diri karena jarak jauh dan kemudian diterima di SMPN 4 Tabanan.
  • Setelah pengunduran diri, jumlah siswa Sekolah Rakyat menjadi 306 orang, termasuk 73 siswa pindahan SRMP 17; sebagian siswa baru masih beradaptasi dengan kehidupan asrama.
  • Sekolah menjadwalkan telepon dengan orangtua pukul 19.00–21.00 Wita dan cuti maksimal dua hari; pembelajaran didukung 14 guru tamu serta 11 guru yang sudah bertugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDN Times - Sekolah Rakyat (SR) yang awalnya berlokasi di Kabupaten Tabanan, saat ini operasionalnya telah dipindahkan ke Kabupaten Karangasem. Kepindahan ini menyebabkan satu siswanya mengundurkan diri dengan alasan jarak yang jauh. Siswa yang mengundurkan ini berasal dari Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan.

Kepala Sekolah Rakyat Bali, I Putu Jaya Negara, membenarkan adanya satu peserta didik yang mengundurkan diri setelah proses belajar mengajar dipindahkan ke Karangasem.

"Pengunduran ini murni karena faktor jarak. Meski mengundurkan diri, siswa bersangkutan dipastikan tidak sampai putus sekolah dan sudah diterima di SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 4 Tabanan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

1. Total siswa di SR saat ini sebanyak 306 siswa

IMG-20251006-WA0022.jpg
Proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat (Dok.IDN Times/Istimewa)

Dengan adanya satu siswa yang mengundurkan diri, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat saat ini menjadi 306 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk 73 siswa pindahan dari SRMP 17, yang sebelumnya menjalani pendidikan di Tabanan.

Menurut Jaya Negara, sejak menempati lokasi baru di Karangasem, sebagian siswa masih menjalani proses adaptasi terhadap lingkungan asrama. Beberapa peserta didik, terutama yang baru bergabung, masih kerap menangis karena rindu keluarga. Sebaliknya, tidak sedikit pula siswa yang justru merasa lebih nyaman tinggal di asrama karena telah terbiasa menjalani pola pendidikan berasrama.

2. SR membuka komunikasi antara siswa dan orangtua

IMG-20260518-WA0004.jpg
Siswa Sekolah Rakyat (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Untuk menjaga kedekatan siswa dengan keluarga, pihak sekolah tetap memberikan kesempatan berkomunikasi melalui telepon pada waktu-waktu tertentu. Komunikasi dengan orangtua dijadwalkan setiap hari setelah makan malam, yakni pukul 19.00 hingga 21.00 Wita.

Selain melalui telepon, ada juga izin cuti bagi siswa dengan durasi maksimal dua hari. Cuti diberikan apabila terdapat keperluan yang bersifat mendesak.

"Maksimal curi itu dua hari agar tidak mengganggu kegiatan belajar," jelasnya.

3. SR Bali sedang merekrut tenaga guru

IMG-20251006-WA0024.jpg
Siswa Sekolah Rakyat (Dok.IDN Times/Istimewa)

Jaya Negara melanjutkan, Sekolah Rakyat Bali saat ini juga masih memperkuat tenaga pendidik, dan proses perekrutan guru masih berlangsung.

"Saat ini untuk menjamin kelancaran pembelajaran, kegiatan belajar mengajar sementara didukung 14 guru tamu yang bergabung dengan 11 guru yang telah lebih dahulu bertugas," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More