Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 25 Oktober 2027, Saatnya Memuja Leluhur

Kab. Gianyar
2 min read
Hari Baik Hindu Bali 25 Oktober 2027, Saatnya Memuja Leluhur
Pelinggih di Griya Kongco Tanah Kilap. (IDN Times/Yuko Utami)

Rahajeng semeng semeton, punapi gatra? (Selamat pagi teman-teman, apa kabar?). Semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Sebelum melanjutkan aktivitas, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu.

Ramalan pada Minggu, 25 Oktober 2026 ini diawali dengan amerta dadi. Hari ini baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca di bawah ini.

  1. 1. Baik untuk upacara Dewa Yadnya

    Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi sembahyang di pura. (IDN Times/Yuko Utami)

    Amerta Buwana merupakan hari baik untuk upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. Kala Buingrau bermakna sebagai hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra (leluhur). Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. 

    Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala jangkut merupakan hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.

    Kala kutila manik merupakan hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, dan upacara Bhuta Yadnya. 

  2. 2. Baik untuk menggarap sawah

    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

    Pamacekan adalah hari baik untuk mengerjakan sawah/kebun, membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya. Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

    Kala rumpuh adalah hari tidak baik untuk pindah rumah, memulai ternak. Kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Hari ini juga tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

    Lebur awu berarti baik untuk membangun irigasi. Namun, tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Sedana yoga adalah hari baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki. 

  3. 3. Baik untuk gotong royong

    Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)
    Ilustrasi gotong royong membersihkan area pura. (IDN Times/Yuko Utami)

    Semut sedulur artinya baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Srigati jenek adalah hari baik untuk membibit padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya.

    Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, menunjuk petugas, dan mulai berlatih/belajar. 

    Titibuwuk artinya baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Langgeng Kayowanan, Pratiti: Jaramerana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More