Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nezar Patria Soroti Ketertinggalan Data Center Indonesia demi AI

Kota Denpasar
2 min read
Nezar Patria Soroti Ketertinggalan Data Center Indonesia demi AI
Kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menekankan pembangunan teknologi hulu, dari komputasi hingga semikonduktor, agar Indonesia berdaulat di bidang AI dan terlibat dalam rantai pasok global.
  • Kedaulatan digital memerlukan ekosistem terpadu berupa infrastruktur fisik, data, keamanan siber, tata kelola, riset, inovasi, energi andal, konektivitas, pusat data, dan komputasi awan.
  • Kapasitas pusat data Indonesia sekitar 580 MW dan ditargetkan 1,3 GW pada 2027–2028, masih di bawah Malaysia 3 GW; pembangunan perlu ditata berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya membangun kemampuan teknologi dari hulu bagi Indonesia menuju kedaulatan AI, mulai dari kapasitas komputasi hingga industri semikonduktor. Hal ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mengambil bagian dalam rantai pasok teknologi global.

“Kalau kita bicara tentang strategi kita untuk kedaulatan digital, kita harus mengamankan sejumlah choke point dari rantai pasok global untuk memperkuat industri AI,” ujarnya dalam acara Digital Economy Policy Forum 2026.

Kedaulatan digital disebutnya perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang mencakup infrastruktur fisik, data, keamanan siber, tata kelola, serta kemampuan riset dan inovasi. Penguasaan teknologi tidak cukup diukur dari ketersediaan pusat data, tetapi juga dari kemampuan nasional mengembangkan dan menguasai teknologi strategis yang menopang ekosistem AI.

Sedangkan kapasitas komputasi atau compute power menjadi fondasi penting dalam persaingan teknologi global. Kemampuan tersebut ditopang pasokan energi yang andal, konektivitas yang tangguh, pusat data, komputasi awan, serta industri semikonduktor.

“Di era artificial intelligence ini, komputasi punya posisi seperti listrik bagi ekonomi digital. Jadi, listriknya ekonomi digital itu compute power,” tegasnya.

Di sisi lain, kapasitas pusat data Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 Megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang memiliki kapasitas sekitar 3 gigawatt. Situasi ini membuat Indonesia perlu memperkuat perencanaan dan tata kelola pembangunan pusat data agar pertumbuhannya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan.

“Kita perlu menata dan kemudian juga memberikan safeguard dalam pembangunan data center ini supaya dia bisa bertumbuh baik ke depannya,” ujarnya.

Pentingnya memperkuat industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi penguasaan teknologi dari hulu. bagi Indonesia. Penguatan industri hulu ini perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kapasitas komputasi, riset, dan inovasi nasional.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More