Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Kucing Kepanasan, Gejala dan Penanganan Awal

Kota Denpasar
4 min read
5 Tanda Kucing Kepanasan, Gejala dan Penanganan Awal
ILustrasi kucing. (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Kucing sulit mendinginkan tubuh karena kelenjar keringatnya terbatas; napas cepat, mulut terbuka, lidah menjulur, mencari tempat sejuk, dan lebih banyak minum perlu diwaspadai.

  • Kelesuan, kurang responsif, nafsu makan turun, muntah, atau menolak minum dapat memperparah dehidrasi. Ngiler, gusi merah, detak cepat, dan sempoyongan menandakan kondisi darurat.

  • Pindahkan kucing ke tempat sejuk, lap dengan kain berair sejuk, sediakan minum, hindari es atau perendaman, lalu segera hubungi dokter hewan bila gejala berat muncul.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu merasa cuaca belakangan ini sering terasa sangat panas, terutama kalau siang hari? Kamu tentu bisa langsung menyalakan kipas angin atau AC begitu sampai rumah. Nah, bagaimana dengan anabul, khususnya kucing?

Seperti diketahui, kucing punya sistem pendingin tubuh yang tidak seefisien manusia. Mereka hanya punya kelenjar keringat di area kaki dan sekitar hidung, sehingga agak susah untuk mendinginkan badannya. Hal ini menyebabkan kucing sering kepanasan yang jarang disadari oleh tuannya. Yuk, kenali ciri-ciri kucing kepanasan dan cara mengatasinya yang dikutip dari Chewy.com dan Catonsvillecatclinic.com, supaya kamu bisa bertindak sebelum kondisinya makin parah.

  1. 1. Napasnya jadi cepat dan lidahnya menjulur

    Ilustrasi kucing kepanasan.
    Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/guvo95)

    Pada dasarnya, kucing sehat jarang sekali terlihat terengah-engah. Kalau si kucing tiba-tiba bernapas lebih cepat, dadanya naik-turun, atau mulutnya terbuka, itu tanda tubuhnya sedang berusaha keras membuang panas. Lewat napas yang cepat, uap air dari paru-parunya ikut keluar dan membawa panas dari dalam tubuh.

    Kamu juga bisa melihat lidahnya menjulur keluar. Ini cara alami kucing untuk membantu mengatur suhu tubuh, mirip anjing yang terengah-engah. Bedanya, pada kucing hal ini bukan pemandangan yang normal, apalagi kalau dia tidak habis berlarian. Kalau napasnya tidak kunjung tenang setelah dipindah ke tempat sejuk, jangan tunggu lama untuk menghubungi dokter hewan.

  2. 2. Mendadak betah di tempat sejuk dan minum lebih banyak

    Ilustrasi kucing kepanasan.
    Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/lequangutc89)

    Coba kamu perhatikan, apakah kucingmu tiba-tiba lebih suka rebahan di lantai keramik, kolong meja, atau di dekat kipas? Itu bukan sekadar kebiasaan baru. Kucing yang kepanasan memang akan mencari tempat teduh dan permukaan yang lebih dingin untuk meredakan panas badannya.

    Selain itu, kamu mungkin mendapati mangkuk minumnya cepat kosong. Kucing yang kepanasan akan minum lebih sering untuk mengganti cairan yang hilang lewat penguapan. Kalau rumahmu tidak ber-AC dan atapnya dari seng atau genteng yang menyerap panas, siapkan beberapa mangkuk air bersih di sudut-sudut rumah.

    Kamu memelihara kucing ras berhidung pesek seperti Persia, Himalaya, atau Exotic Shorthair? Hati-hati ya, mereka lebih rentan karena napasnya kurang lega atau tidak panjang seperti kucing pada umumnya.

  3. 3. Lemas, malas bergerak, dan nafsu makan turun

    Ilustrasi kucing kepanasan.
    Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/pfreedom)

    Kucing memang terkenal hobi tidur, jadi tanda yang satu ini sering terlewat. Bedanya, kucing yang kepanasan biasanya terlihat lebih lemas dari biasanya, kurang responsif, dan tidak tertarik pada hal yang biasanya dia suka, seperti camilan atau mainan favoritnya. Ini wajar sampai batas tertentu, karena bergerak membuat otot menghasilkan panas tambahan, sehingga kucing sengaja mengurangi aktivitasnya.

    Namun, kalau kamu panggil namanya tidak menoleh, sulit dibangunkan, atau badannya terlihat lunglai, jangan dianggap sedang santai. Kucing yang kepanasan juga bisa muntah atau menolak makan dan minum. Kondisi ini berbahaya karena bisa memicu dehidrasi, yang justru membuat masalah panasnya makin parah.

  4. 4. Ngiler, gusi merah, dan jalannya sempoyongan

    Ilustrasi kucing kepanasan.
    Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/lequangutc89)

    Ini sudah masuk kategori tanda bahaya. Kucing yang mengeluarkan air liur berlebihan saat cuaca panas, apalagi disertai napas cepat dan lemas, bisa jadi sedang mengalami heat exhaustion atau bahkan heatstroke. Tanda lainnya adalah gusi atau lidah yang tampak merah terang, mata terlihat sayu, detak jantung terasa sangat cepat, dan jalannya sempoyongan.

    Kenapa berbahaya? Suhu normal kucing berkisar 38 sampai 39 derajat Celcius. Heatstroke terjadi ketika suhu tubuhnya melewati sekitar 40,5 derajat Celcius dan tubuhnya tidak lagi mampu mendinginkan diri. Kalau tidak segera ditangani, kondisi ini bisa merusak organ dan mengancam nyawa. Jadi, kalau kamu melihat tanda-tanda tersebut, ini sudah bisa dianggap sebagai kondisi darurat.

  5. 5. Cara mengatasi kucing kepanasan

    Ilustrasi kucing kepanasan.
    Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/Kimulechka)

    Langkah pertama, pindahkan kucing ke ruangan yang sejuk dan tenang, misalnya kamar ber-AC atau area yang kena angin kipas angin. Usahakan kamu sendiri tetap tenang, karena kucing yang panik bisa makin stres dan suhu tubuhnya makin naik. Hindari juga mengurungnya di kandang atau tas yang pengap.

    Setelah itu, bantu turunkan suhunya pelan-pelan. Usap badannya dengan handuk atau kain yang dibasahi air biasa yang sejuk, terutama di area kaki, perut, dan leher. Jangan pakai es batu atau air yang terlalu dingin dan jangan merendamnya, karena itu malah bikin dia stres dan berisiko memperburuk kondisinya. Sediakan air minum bersih, dan kalau dia enggan minum, kamu bisa meneteskan air sedikit demi sedikit dengan pipet, bukan disemprotkan ke mulut supaya tidak tersedak.

    Terakhir, jangan ragu bawa ke dokter hewan atau klinik hewan terdekat, terutama kalau muncul tanda-tanda pada poin keempat. Selama perjalanan, tetap bantu dinginkan tubuhnya dengan kain basah dan nyalakan AC mobil atau buka ventilasi. Untuk pencegahan sehari-hari, jangan tinggalkan kucing di dalam mobil yang diparkir, pastikan dia punya tempat teduh dan air bersih, serta batasi main di luar saat siang yang terik.

    Kucing sering disebut hewan yang pandai menyembunyikan rasa tidak nyaman. Jadi, kamu harus peka terhadap perubahan kecil pada kebiasaannya, mulai dari napas, posisi tidur, sampai nafsu makan, adalah kunci untuk menjaga kucing atau anabul tetap nyaman. Kalau ragu apakah itu sekadar gerah atau sudah berbahaya, lebih baik konsultasi ke dokter hewan daripada menebak-nebak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More