Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Siapkan Regulasi dan Peta Jalan AI Untuk Daya Saing Nasional

Denpasar
3 min read
Indonesia Siapkan Regulasi dan Peta Jalan AI Untuk Daya Saing Nasional
Menteri Koordinasi Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia bersama dengan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid membuka langsung kegiatan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur pada Senin (19/10/2026) siang (Dok. IDN Times/istimewa)
  • Pemerintah menyiapkan dua rancangan Perpres tentang etika AI dan peta jalan nasional untuk membangun ekosistem AI yang inovatif, aman, bertanggung jawab, serta mendukung daya saing.
  • Kerangka etika AI mencakup perlindungan data pribadi, transparansi, pencegahan diskriminasi, dan kendali manusia, sambil menjaga regulasi agar tidak menghambat inovasi industri.
  • Peta jalan AI menargetkan sektor pangan, kesehatan, pendidikan, dan birokrasi; Komdigi juga menyiapkan pusat data swasta hingga Indonesia timur melalui energi, konektivitas cadangan, dan perizinan sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Indonesia berkomitmen membangun ekosistem AI yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, mengatakan Indonesia saat ini tengah menyiapkan dua rancangan Peraturan Presiden mengenai etika kecerdasan artifisial dan peta jalan AI nasional sebagai landasan pengembangan serta pemanfaatan teknologi tersebut.

Saat ini, adopsi AI di Indonesia cukup tinggi dan menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang mampu mengantisipasi risiko sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku industri.

“Itulah sebabnya pemerintah perlu mengambil peran. Kami sudah menyusun rancangan regulasinya, dan regulasi tersebut tidak sedemikian ketat hingga menghambat inovasi,” ungkapnya.

  1. 1. Peta jalan AI nasional diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi

    ilustrasi memanfaatkan AI
    ilustrasi memanfaatkan AI (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Pengaturan etika AI akan memberikan panduan bagi perusahaan teknologi, termasuk perusahaan global yang beroperasi di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI berjalan secara aman dan bertanggung jawab. Prinsip perlindungan data pribadi, transparansi, pencegahan diskriminasi, serta kendali manusia menjadi bagian penting dari kerangka kebijakan yang tengah disiapkan.

    Sementara itu, peta jalan AI nasional diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, antara lain ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan reformasi birokrasi. Pemerintah ingin memastikan perkembangan AI tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknologi, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi pelayanan publik dan perekonomian nasional.

    Indonesia membutuhkan keseimbangan antara percepatan inovasi dan mitigasi risiko. Pemerintah berupaya menghadirkan regulasi yang memberikan kepastian dan perlindungan tanpa membatasi ruang bagi pelaku industri, pengembang, dan masyarakat untuk memanfaatkan peluang AI.

  2. 2. Komdigi Prioritaskan Pusat Data Swasta hingga Indonesia Timur

    Komdigi
    (Tengah) Dirjen Infrastuktur Digital Wayan Toni dalam diskusi panel di Bali Tech Week 2026, Sanur (Dok.IDN Times/istimewa)

    Pemerintah Indonesia juga mempersiapkan beberapa kawasan untuk pembangunan pusat data swasta hingga ke Indonesia bagian timur. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto mengatakan sejumlah langkah telah disiapkan di antaranya melalui perencanaan lokasi, kepastian pasokan energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan. Upaya ini bertujuan membuka peluang investasi infrastruktur digital yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.

    “Kami perlu memprioritaskan kawasan-kawasan tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, pasokan energi dan kesesuaian lokasi juga merupakan hal penting. Untuk mendorong pembangunan pusat data di Indonesia bagian timur, kami juga menyediakan konektivitas cadangan menuju pusat konektivitas nasional dan internasional. Dengan begitu, pusat data di luar Jawa dan Batam tidak menjadi fasilitas yang terisolasi,” ungkapnya dalam acara Bali Tech Week di Sanur, Bali (21/10/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More