- Marga: Rusak sedang (16 ha); rusak berat (10 ha)
- Pupuan: Rusak sedang (20 ha); rusak berat (10 ha)
- Kerambitan: Rusak ringan (30 ha); rusak sedang (20 ha)
- Tabanan: Rusak sedang (2 ha); Rusak berat (3 ha)
- Selemadeg Barat: Rusak ringan (4 ha)
115 Hektare Tanaman Padi di Tabanan Rusak Akibat Kekeringan

- Musim kemarau merusak 115 hektare padi berusia 50–90 hari di lima kecamatan Tabanan, dengan mayoritas kerusakan kategori sedang dan belum mencapai gagal panen.
- Kekurangan air dipicu kemarau serta perbaikan bendungan yang membatasi aliran ke subak; bendungan Subak Meliling kini berfungsi kembali, meski debitnya belum normal.
- Dinas Pertanian meminjamkan dua pompa dari BWS Bali-Penida untuk subak terdampak dan mendata lahan bagi program asuransi AUTP, sementara penyuluh melanjutkan pendataan kekeringan.
Tabanan, IDN Times-Musim kemarau menyebabkan tanaman padi di Tabanan mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tabanan, sebanyak 115 hektare (ha) tanaman dilaporkan mengalami kerusakan akibat kekeringan. Adapun kerusakan ini terjadi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Marga, Pupuan, Kerambitan, Tabanan dan Selemadeg Barat.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Utama mengatakan, 115 ha kerusakan ini dikategorikan ke rusak ringan, sedang dan berat. "Untuk saat ini data masih menunjukkan tanaman yang rusak belum sampai gagal panen tetapi ada potensi ke sana jika tidak dilakukan penanganan," katannya, Rabu (21/10/2026)
1. Sebagian besar lahan padi mengalami kerusakan sedang

Tanaman padi di Tabanan mengalami kerusakan akibat kekeringan (Dok.IDNTimes/Istimewa) Dari data, tanaman padi yang mengalami kerusakan ini berusia 50-90 hari. Adapun luas kerusakan di masing-masing kecamatan antara lain:
Made Utama mengatakan selain kekurangan air karena musim kemarau, kekeringan terjadi juga karena bendungan mengalami perbaikan sehingga air yang dialirkan ke subak tidak maksimal. "Untuk di Kerambitan yaitu Subak Meliling, kekurangan air karena bendungan diperbaiki. Tetapi sekarang bendungan sudah kembali difungsikan. Jadi kekeringan yang terjadi masih bisa diatasi meski debit air dari bendungan lebih kecil dari normal," kata Made Utama.
2. Dinas Pertanian fasilitasi peminjaman mesin pompa

Petani di Tabanan sedang menggunakan mesin pompa bantuan dari BWS Bali Penida (Dok.IDNTimes/Istimewa) Untuk menyelamatkan tanaman padi agar tidak sampai gagal panen, beberapa langkah penanganan dilakukan Dinas Pertanian Tabanan. Salah satunya memfasilitasi bantuan mesin pompa dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.
"Kabupaten Tabanan dapat bantuan 2 mesin pompa pinjam pakai dari BWS. Saat ini pompa sudah dipakai ke Subak Gubug, Tabanan. Sasaran mesin pompa ini diutamakan ke subak yang tanaman padinya rusak karena kekeringan," kata Made Utama.
Untuk bisa memakai mesin pompa air dari BWS ini, menurut Made Utama, subak cukup menghubungi Dinas Pertanian dan penyuluh. "Nanti mesin pompa digunakan di subak yang dilaporkan ini," ujar Made Utama.
Adapun penggunaan mesin pompa ini tidak dipungut biaya. Petani cukup menyiapkan bensin untuk operasional mesin pompa. "Tahun lalu Tabanan juga dapat bantuan mesin pompa dari Kementerian Pertanian. Mudah-mudahan bisa dipakai tahun ini," imbuh Made Utama.
3. Distan mendata tanaman padi untuk program AUTP

Tanaman padi di Tabanan mengalami kerusakan akibat kekeringan (Dok.IDNTimes/Istimewa) Selain mesin pompa air, untuk memberikan perlindungan bagi tanaman padi, ada program AUTP (asuransi usaha tani padi) di mana dana pendamping pusat turun di Bulan September. "Jadi untuk penanaman bulan September dan selanjutnya bisa diusulkan asuransi AUTP dengan syarat umur tanaman 0 hari sampai dengan 30 hari dan mengusulkan administrasi yang ditentukan oleh Jasindo dan didaftarkan oleh penyuluh pertanian," kata Made Utama.
Dengan langkah-langkah ini diharapkan kerusakan tanaman padi akibat kekeringan bisa diatasi sehingga gagal panen bisa dicegah. "Data kekeringan ini masih bisa bertambah. Saat ini penyuluh terus melakukan pendataan di lapangan," ujar Made Utama.












![[QUIZ] Pilih Ekskul SMA di Bali, Member Hearts2Hearts Ini Jadi Temanmu](https://image.idntimes.com/post/20250519/saveclipapp-496791802-17862821493396895-1826656139812564965-n-80c500693e7bbc318c6441adb08a9270-5297810bd596b3f786e5901c5240afa4.jpg)








