Ramalan Hindu Bali 20 Oktober 2026, Hindari Bangun Rumah

- Ramalan Hindu Bali untuk Selasa, 20 Oktober 2026, menyarankan kegiatan seperti menebang kayu, membuat bubu, memuja leluhur, serta menanam tebu dan mentimun.
- Sejumlah aktivitas berbasis api dinilai baik, termasuk membakar bata, genteng, keramik, gerabah, dan membuat senjata tajam; membuat irigasi serta benda runcing untuk pura juga dianjurkan.
- Hari tersebut tidak baik untuk membangun atau mengatapi rumah, upacara tertentu, pernikahan, rapat, bercocok tanam pada beberapa perhitungan, serta pekerjaan penting yang berisiko mengalami gangguan.
Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya). Semoga kabar kalian baik dan sehat ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambut hari kamu pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Mengawali pagi ini ada ramalan kala buingrau yang baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik menanam tebu dan mentimun

Timun suri yang berasal dari Aceh hanya ada di Bulan Ramadan (IDN Times/Masdalena Napitupulu) Dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama. Dina carik merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa.
Geheng manyinget bermakna sebagai hari tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting, termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Geni murub artinya baik untuk segala pekerjaan menggunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain-lain. Namun, tidak baik membangun dan mengatapi rumah.
2. Baik mulai pekerjaan dengan api

Ilustrasi api (IDN Times/Muhamad Iqbal) Gni rawana jejepan adalah hari baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, serta membuat senjata tajam (pande besi). Namun, tidak baik mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam.
Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Lebur awu artinya tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah.
Ramalan kala sor baik untuk membangun irigasi. Macekan agung artinya baik untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tombak, senjata pengider-ider, dan lain-lain.
3. Baik menggarap sawah

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami) Pamacekan adalah hari baik untuk menggarap sawah/kebun, membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya. Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Taliwangke bermakna sebagai hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak.
Purwanin dina merupakan hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Nama rupa.




















