Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sepekan BBM Sulit, Harga Gula Pasir di Tabanan Naik 3 Persen

Kab. Tabanan
2 min read
Sepekan BBM Sulit, Harga Gula Pasir di Tabanan Naik 3 Persen
ilustrasi gula pasir (Pexels.com/Tara Winstead)
  • Kesulitan BBM lebih dari sepekan di Tabanan mulai memengaruhi harga kebutuhan pokok melalui kenaikan biaya distribusi, terutama pasokan dari luar Bali.
  • Harga gula pasir SHS I naik Rp500 menjadi Rp19.000 per kilogram atau sekitar 3 persen; Disperindag Tabanan mempertimbangkan intervensi pasar untuk pengendalian harga.
  • Cabai merah besar, sawi putih, dan jeruk turut naik akibat distribusi serta penurunan produksi musim kemarau, sementara cabai rawit, kol, sayur hijau, dan ayam turun karena produksi atau permintaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Terhitung lebih dari seminggu warga Kabupaten Tabanan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Meski saat ini sudah berangsur normal, namun dampak kelangkaan BBM mulai berpengaruh dalam pergerakan harga kebutuhan pokok.

Satu di antaranya gula pasir yang mengalami kenaikan harga di tengah meningkatnya biaya distribusi, terutama untuk pasokan yang didatangkan dari luar Bali. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan kenaikan harga gula pasir dipengaruhi biaya distribusi yang meningkat.

“Ada kenaikan harga gula pasir. Dimana kenaikan ini karena kenaikan biaya distribusi,” ujar Sukanada, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Harga gula naik sekitar 3 persen

    ilustrasi gula pasir, tebu
    ilustrasi gula pasir, tebu (vecteezy.com/Asih Wahyuni)

    Berdasarkan pemantauan harga oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan Senin (19/10/2026) kemarin, harga gula pasir SHS I naik dari Rp18.500 menjadi Rp19.000 per kilogram. Harga tersebut meningkat Rp500 atau sekitar 3 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

    Sukanada mengatakan, selama ini gula pasir dipasok dari luar Bali. Sehingga ketersediannya bergantung pada kelancaran distribusi antardaerah.

    "Kondisi kelangkaan BBM yang sebelumnya terjadi di Bali menjadi salah satu konteks yang perlu dicermati dalam rantai distribusi barang kebutuhan pokok," katanya.

  2. 2. Harga cabai merah besar mengalami peningkatan 10 persen

    ilustrasi cabai merah besar
    ilustrasi cabai merah besar (pexels.com/Aleksandr Gorlov)

    Selain gula pasir, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Harga cabai merah besar naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram atau meningkat 10 persen. Sawi putih naik dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, sedangkan jeruk meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram atau naik 20 persen.

    Menurut Sukanada, kenaikan harga sawi putih, cabai merah besar, dan jeruk selain krisis BBM juga dipengaruhi penurunan produksi di tingkat petani ditengah musim kemarau saat ini.

  3. 3. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga

    Ilustrasi cabai yang dijual di pasar (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ilustrasi cabai yang dijual di pasar (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Krisis BBM ternyata tidak menyebabkan semua komoditas di Tabanan merangkak naik. Sebab, selain ketersediaan BBM, hasil panen melimpah dan jumlah permintaan juga memengaruhi harga.

    Seperti cabai rawit merah turun dari Rp70.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Harga kol atau kubis juga turun dari Rp15.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, sedangkan sayur hijau turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram. Harga daging ayam ras tercatat turun dari Rp45.000 menjadi Rp44.000 per kilogram.

    "Penurunan harga kol dan sayur hijau terjadi karena produksi meningkat. Sementara itu, harga cabai rawit merah dan daging ayam ras atau broiler turun akibat berkurangnya permintaan," ujar Sukanada.

    Menyikapi perubahan harga kebutuhan pokok tersebut, Disperindag Tabanan masih akan mengevaluasi kemungkinan intervensi pasar, terutama untuk mengendalikan harga gula pasir yang mengalami kenaikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More