Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IGDX Catat Peluang Pasar Industri Gim di Indonesia

Kota Denpasar
4 min read
IGDX Catat Peluang Pasar Industri Gim di Indonesia
ICDX di acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)
  • IGDX Business & Conference 2026 di Sanur mempertemukan 339 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara untuk membuka kolaborasi, promosi karya, serta akses pasar internasional.
  • Kemkomdigi menekankan industri gim Indonesia perlu berdaya saing melalui inovasi, transformasi, dan resiliensi menghadapi perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan serta teknologi imersif.
  • Potensi gim lokal didukung ekosistem ekonomi digital, koneksi talenta hingga investor, serta harapan dukungan pemerintah berupa pendanaan, mentoring, dan forum industri berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 di Bali Beach Convention menjadi bagian dari Bali Tech Week 2026 yang diselenggarakan di Sanur. Agenda ini berhasil menarik ratusan anak muda pencinta gim, mempertemukan 339 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengatakan bahwa IGDX menjadi titik temu bagi pelaku industri untuk membangun kolaborasi lintas sektor, berbagi pengetahuan, serta membuka peluang pengembangan bisnis di pasar yang lebih luas.

"IGDX telah menjadi titik temu bagi industri gim Indonesia, tempat teknologi, kreativitas, bisnis, dan budaya bertemu. Gim tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan cerita, mengekspresikan jati diri kita, dan menciptakan peluang ekonomi,” ujarnya.

  1. 1. IGDX dimanfaatkan maksimal untuk pengenalan karya digital

    Komdigi
    ICDX di acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

    Menurut,Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, rangkaian IGDX 2026 menjadi kesempatan bagi studio gim Indonesia untuk memperkenalkan karya, belajar dari pelaku industri lainnya, serta menjajaki pasar internasional. Melalui pertemuan bisnis, konferensi, demonstrasi produk, dan pameran, para peserta diharapkan dapat membangun koneksi yang berlanjut menjadi kerja sama konkret.

    Sebanyak 339 studio gim dan 66 publisher dari 31 negara berkumpul dalam satu forum, didukung oleh 9 mitra acara. Di ruang-ruang pertemuan bisnis, 543 pemegang business pass menjajaki peluang kerjasama, sementara 1.037 pemegang public pass turut merasakan denyut kreativitas industri gim nasional.

    “Kami ingin setiap studio gim di Indonesia memiliki jalur pertumbuhan yang jelas, sementara mitra internasional dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai talenta dan potensi yang dimiliki Indonesia,” katanya.

  2. 2. Indonesia menuntut industri gim Indonesia berdaya saing

    Komdigi
    ICDX di acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

    Tema resiliensi kreatif bukan pilihan tanpa alasan. Industri gim kini bergerak di tengah lanskap teknologi yang berubah cepat. Kecerdasan buatan, teknologi imersif, dan pergeseran ekspektasi pasar membuka peluang besar, namun sekaligus menuntut industri untuk terus beradaptasi.

    Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Edwin Hidayat Abdullah, memaknai resiliensi lebih dari sekadar kemampuan bertahan. Dalam menghadapi disrupsi ini, resiliensi adalah kapasitas untuk berinovasi, bertransformasi, dan tumbuh di tengah ketidakpastian.

    "Kita ingin pelaku industri Gim Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga pencipta, inovator, dan pemain yang diperhitungkan di panggung dunia,” ujarnya.

  3. 3. Indonesia memiliki potensinya besar dalam industri gim

    Komdigi
    ICDX di acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

    Bagi pengembang gim di Indonesia, rangkaian BTW 2026 tersebut berarti satu panggung yang menghubungkan kreativitas mereka dengan investasi, jaringan bisnis, dan akses pasar internasional. Penguatan ekosistem gim ini sejalan dengan arah pengembangan ekonomi digital nasional, yang didorong untuk mengubah adopsi teknologi menjadi produktivitas.

    Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Untuk menangkap peluang tersebut, Kemkomdigi menghubungkan talenta, startup, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar dalam satu ekosistem. Melalui Garuda Spark, sebanyak 178 program telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 startup, dan melibatkan 80 mitra, dengan investasi langsung tercatat lebih dari Rp 429,5 miliar.

    Ekosistem yang sama kini terbuka bagi inovator di industri Gim, agar studio-studio lokal yang hadir di IGDX lebih mudah mengembangkan produk, memperoleh pendanaan, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

  4. 4. Industri gim Indonesia bergeliat dari tahun ke tahun

    Komdigi
    ICDX di acara Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

    Marketing and Communication Manager of Toge Productions, Syahla Tameera, mengatakan potensi developer gim lokal sangat besar. Agenda BTW 2026 ini diakuinya memberikan kesempatan yang lebih besar dalam pengembangan industri game, Toge Productions sendiri membawakan dua game dalam acara tersebut.

    Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi membuka mata bahwa industri gim di Asia Tenggara tumbuh pesat. Namun demikian untuk lebih memaksimalkan potensi industri dan talen gim lokal, dukungan pemerintah terus diharapkan, misalnya funding, mentoring hingga acara serupa Bali Tech Week (BTW).

    "Potensinya gede banget Indonesia karena aku lihat talent-talent-nya banyak yang bagus. Game-nya banyak yang menarik. Kualitasnya setiap tahun, makin lama makin naik juga," terangnya.

    Sementara itu, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, juga mengajak seluruh peserta menjadikan IGDX ruang untuk bertemu, membangun kemitraan, dan saling menguatkan.

    “Di tengah berbagai tantangan, kehadiran kita hari ini menunjukkan bahwa kita tetap percaya pada masa depan industri gim Indonesia. Dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun industri ini. Mari bersama-sama memperkuat ekosistem gim Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu membawa karya serta talenta Indonesia ke pasar global,” tuturnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More