3 Bahaya Doomscrolling Sebelum Tidur yang Perlu Kamu Waspadai

- Doomscrolling sebelum tidur membuat otak tetap waspada akibat layar dan berita negatif, sehingga rasa kantuk tertunda, durasi tidur berkurang, serta konsentrasi keesokan hari terganggu.
- Paparan berita buruk berulang dapat memicu kecemasan, hormon stres, dan pikiran yang terus berputar saat berbaring, bahkan berpotensi membuat seseorang terbangun di tengah malam.
- Kesan negatif dari berita dapat terbawa ke waktu istirahat, memicu sedih, marah, atau takut, lalu membuat mood menurun, lebih mudah tersinggung, dan kurang sabar esok hari.
Doomscrolling setiap malam sebelum tidur sering dianggap kebiasaan ringan yang tidak berbahaya. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat otak terus aktif saat seharusnya mulai rileks. Layar ponsel dan berita negatif memberikan rangsangan yang membuat pikiran sulit berhenti bekerja.
Semakin lama scroll, semakin besar kemungkinan tidur terganggu dan tubuh tidak cukup istirahat. Efeknya bukan cuma rasa lelah besok pagi, tetapi juga mood yang naik-turun dan fokus yang menurun. Lewat tiga poin berikut, kita akan melihat bahaya doomscrolling malam sebelum tidur secara lebih jelas.
1. Doomscrolling sebelum tidur mengganggu kualitas tidur seseorang

ilustrasi tidur (pexels.com/Deniz Kyzyltoprak) Paparan layar dan berita negatif menunda rasa kantuk karena otak tetap waspada. Cahaya biru ponsel juga membuat tubuh sulit mengenali waktu istirahat. Akibatnya, tidur jadi lebih lambat dan durasinya berkurang.
Tidur yang tidak cukup membuat tubuh tidak sempat memulihkan energi dengan optimal. Keesokan harinya, kepala terasa berat dan konsentrasi mudah pecah. Jika berulang setiap malam, kualitas tidur bisa memburuk dalam jangka panjang.
2. Kebiasaan doomscrolling malam memicu kecemasan berlebihan pada otak

ilustrasi tidur (pexels.com/John-Mark Smith) Berita buruk yang dibaca terus-menerus membuat otak menilai lingkungan sekitar sebagai ancaman. Rasa waspada ini memicu hormon stres dan membuat jantung berdebar. Pikiran pun terus berputar meski tubuh sudah berbaring di kasur.
Kecemasan sebelum tidur membuat otak sulit masuk ke mode rileks. Kamu bisa terbangun tengah malam karena pikiran kembali ke berita yang tadi dibaca. Lama-lama, rasa cemas ini bisa terbawa sampai pagi dan mengganggu aktivitas.
3. Paparan berita negatif sebelum tidur memperburuk suasana hati pengguna

Ilustrasi tidur dengan lampu menyala (freepik.com/freepik) Berita negatif meninggalkan kesan buruk yang sulit dilupakan sebelum tidur. Otak membawa perasaan sedih, marah, atau takut ke dalam mimpi dan istirahat. Akibatnya, bangun tidur pun terasa kurang segar dan mood mudah turun.
Suasana hati yang buruk membuat hari berikutnya terasa lebih berat. Kamu jadi mudah tersinggung, kurang sabar, dan sulit menikmati hal kecil. Membatasi doomscrolling malam membantu menjaga mood tetap lebih stabil.
Doomscrolling malam memang terasa seru, tapi efeknya ke tidur dan mood nyata. Coba taruh ponsel jauh sebelum tidur dan ganti dengan aktivitas ringan yang bikin rileks. Tubuh dan pikiranmu bakal berterima kasih keesokan harinya.




















