Hari Baik Hindu Bali 24 Oktober 2026, Saatnya Gotong Royong

- Sabtu, 24 Oktober 2026 dinilai baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan, tetapi tidak untuk mengubur atau membakar mayat.
- Pepedan mendukung pembukaan lahan pertanian baru, sedangkan pembuatan peralatan besi, memulai beternak, pekerjaan baru, pindah tempat, bepergian, dan pindah rumah dianggap tidak baik.
- Sri Murti baik untuk yadnya kepada Dewi Sri di lumbung; Sri Tumpuk untuk mepikat burung, serta Titibuwuk untuk penanganan penyakit akibat guna-guna.
Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu, Sabtu (24/10/2026). Ramalan berdasarkan Kalender Bali Digital ini diawali dengan semut sedulur.
Hari ini baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, dan membentuk perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat.
Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami) Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kala bangkung, kala nanggung artinya tidak baik untuk mulai memelihara ternak.
Kala dangu merupakan hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. Kala rumpuh adalah hari yang tidak baik untuk pindah rumah dan memulai ternak.
2. Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri

Patung Dewi Sri (IDN Times/Yuko Utami) Sri murti adalah hari baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Sri tumpuk merupakan hari baik untuk memcari burung (mepikat).
Titibuwuk artinya baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga.
Kala temah, panca prawani, purwani merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa ayu. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Sida Kasobagian, Pratiti: Awidya.






















