Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Drone Misterius Terbang Malam Hari Resahkan Peternak di Marga Tabanan
Warga memantau drone yang terbang setiap malam di beberapa wilayah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)
  • Drone misterius terbang di Desa Baru, Kecamatan Marga, setiap malam sejak 3 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 hingga 03.00 Wita, meresahkan peternak.
  • Peternak khawatir karena wilayah Marga kerap mengalami pencurian ternak; tiga drone dilaporkan berputar di desa dan sempat ditembak senapan angin tanpa hasil.
  • Warga telah melapor kepada kepolisian, sementara Polsek Marga menerima laporan pada 6 Agustus 2026 dan masih melakukan penyelidikan di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Drone misterius terlihat terbang malam hingga dini hari selama lima malam berturut-turut di Kecamatan Marga, menimbulkan keresahan peternak ayam aduan dan babi.
  • Who?
    Peternak Desa Baru, termasuk Jaya Ada, melaporkan kejadian ini. Camat Marga Gede Putu Adhi Putra Adiksa membenarkan laporan warga, sementara kepolisian melakukan penyelidikan.
  • Where?
    Drone terlihat berputar di sekitar Desa Baru dan wilayah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.
  • When?
    Drone pertama terlihat pada Senin, 3 Agustus 2026, dan terbang setiap malam sekitar pukul 20.00 hingga 03.00 Wita. Laporan warga diterima kepolisian pada 6 Agustus 2026.
  • Why?
    Tujuan penerbangan dan identitas operator drone per saat ini masih belum diketahui. Peternak resah karena wilayah Marga kerap mengalami kasus pencurian ternak dalam setahun terakhir.
  • How?
    Warga berjaga setiap malam dan sempat menembak drone dengan senapan angin, tetapi tidak berhasil. Warga kemudian melapor kepada kepolisian, yang kini melakukan penyelidikan lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan,IDN Times - Drone yang muncul di langit malam daerah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan membuat resah warganya, terutama para peternak. Drone tersebut terbang dari malam hingga dini hari, membuat peternak yang memiliki ternak ayam aduan dan babi menjadi ketar-ketir. Terlebih di Kecamatan Marga, dalam setahun terakhir kerap terjadi kasus pencurian ternak.

Peternak babi dan ayam aduan di Desa Baru, Kecamatan Marga, Jaya Ada, tidak tahu siapa operator drone tersebut. Ia melihat drone itu terbang di desanya sekitar lima hari lalu.

"Sejak lima hari lalu, drone ini terlihat terbang di langit desa," katanya, Jumat (7/8/2026).

1. Drone terlihat terbang lima malam berturut-turut

Warga memantau drone yang terbang setiap malam di beberapa wilayah Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Jaya bercerita, drone terlihat terbang di wilayahnya pada Senin lalu, 3 Agustus 2026. Terbangnya setiap pukul 20.00 hingga 03.00 Wita.

"Semenjak itu, setiap malam selalu terlihat. Terakhir kemarin malam, drone-nya terlihat terbang lagi," ujar Jaya.

Kondisi ini tentu meresahkan pihaknya sebagai peternak babi dan ayam aduan. Menurutnya, ayam aduan yang ia pelihara harganya mencapai Rp4 juta per ekor.

2. Drone sempat ditembak dengan senapan angin

Ilustrasi senapan angin. (Dok.IDN Times/istimewa)

Jaya mengatakan, saat ini setiap malam pihaknya selalu berjaga dan waspada. Bahkan drone sempat juga ditembak dengan senapan angin, tetapi tidak mempan.

"Ada kurang lebih tiga drone yang terlihat terbang berputar sekitar desa. Sudah berusaha ditembak dengan senapan angin, tidak mempan," ujar Jaya.

Sementara itu Camat Marga, Gede Putu Adhi Putra Adiksa, membenarkan adanya laporan warga mengenai drone yang terbang setiap malam di wilayah Marga.

"Warga sudah melapor ke kepolisian. Mereka juga sudah waspada sejak awal kejadian ini terjadi," katanya.

3. PIhak kepolisian sedang melakukan penyelidikan

ilustrasi drone (pexels.com/Erik McLean)

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Marga, Ajun komisrasi Polisi (AKP) I Nyoman Sudarma, menyatakan pihaknya telah menerima laporan warga mengenai kasus drone tersebut Kamis kemarin, 6 Agustus 2026. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan di lapangan.

"Untuk perkembangan nanti disampaikan," katanya.

Editorial Team

Related Article