Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Mengusir Tikus dari Kamar Tidur Tanpa Racun

Kota Denpasar
4 min read
6 Cara Mengusir Tikus dari Kamar Tidur Tanpa Racun
Ilustrasi tikus sedang berada di dalam rumah. (Pexels.com/Denitsa Kireva)
  • Aroma peppermint, cengkeh, atau kayu cedar dapat mengganggu penciuman tikus; aplikasikan ulang secara rutin pada jalur masuk seperti pintu dan jendela.

  • Tutup celah di ventilasi, pipa, kabel, lantai, pintu, serta jendela memakai kawat atau jaring agar tikus sulit masuk ke rumah dan kamar.

  • Jaga kamar bebas remah makanan dan tumpukan kain atau kertas; simpan barang rapat, rutin bersihkan area, serta gunakan ultrasonic repellent sebagai alternatif tanpa racun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apakah kamu pernah mengalami kejadian saat sedang rebahan sambil buka handphone, tiba-tiba ada suara kresek-kresek misterius dari sudut kamar? Bisa jadi itu tandanya ada tikus yang numpang tinggal di kamar tidurmu. Tikus senang mencari tempat yang hangat, terutama pada musim hujan.

Tenang, kamu tidak harus langsung memasang perangkap atau racun tikus di kamar tidurmu. Menurut para ahli pengendalian hama yang dikutip dari The Spruce, ada beberapa trik alami yang bisa membuat tikus berpikir dua kali untuk mampir ke kamar tidurmu. Yuk, simak list-nya!

  1. 1. Semprotkan aroma peppermint oil

    Ilustrasi peppermint oil.
    Ilustrasi peppermint oil. (Pixabay.com/silviarita)

    Tikus itu mempunyai indra penciuman yang sangat sensitif. Ini bisa jadi kelemahan tikus untuk mengusirnya. Peppermint oil punya aroma yang tajam dan menyengat. Ini contoh bau yang paling dibenci tikus. Caranya mudah. Cukup taruh kapas yang sudah diteteskan minyak peppermint di area yang sering jadi jalur keluar masuk, seperti dekat jendela atau pintu.

    Kamu bisa menambahkan aroma cengkeh atau kayu cedar yang juga punya efek untuk mengganggu jejak penciuman tikus. Tetapi yang perlu diingat, ini bukan sekali semprot langsung beres ya. Aromanya perlu diaplikasikan ulang secara rutin biar efeknya tetap maksimal, apalagi kalau musim tertentu yang menjadi puncak migrasi tikus.

  2. 2. Tutup semua celah yang bisa jadi jalan masuk

    Ilustrasi ventilasi udara di rumah.
    Ilustrasi ventilasi udara di rumah. (Pexels.com/Benoit Roy)

    Ada fakta menarik, yaitu tikus jarang menetap langsung di area kamar tidur. Biasanya mereka menyasar area lain di rumah terlebih dahulu, misalnya dapur, terus lanjut eksplorasi sampai ke kamar. Makanya, cara paling efektif justru dengan menyumbat semua kemungkinan jalan masuk tikus ke rumah, terutama di area lantai. Termasuk celah kecil antara pintu dan lantai yang sering luput dari perhatian.

    Biasanya tikus masuk melalui ventilasi, jalur pipa, kabel, hingga celak di antara lantai dan pintu. Sebaiknya gunakan kawat atau jaring-jaring kawat untuk menutup celah tersebut. Material dari kawat ini susah untuk bisa digigit oleh tikus.

  3. 3. Jauhkan kamar dari sisa makanan

    Ilustrasi tikus sedang berada makan remah-remah di dalam rumah.
    Ilustrasi tikus sedang berada makan remah-remah di dalam rumah. (Pexels.com/Nikolett Emmert)

    Ini kedengarannya sepele, tapi sering dilanggar. Apalagi kalau kamu tipe yang suka ngemil sambil nonton di kasur. Bagi tikus, remahan makanan dan sisa camilan itu ibarat undangan gratis. Solusinya, kamu bisa simpan semua camilan di wadah kedap udara, dan rajin bersihkan lantai serta meja dari remah-remah.

    Kalau kamu memang terbiasa makan di kamar, usahakan rutin bersih-bersih. Tapi perlu diingat, meski sudah dibersihkan, aroma sisa makanan yang menempel tetap bisa memancing tikus datang. Jadi, opsi paling aman ya sebisa mungkin hindari makan di atas kasur.

  4. 4. Jangan menumpuk tumpukan kain atau kertas

    Ilustrasi tikus sedang berada di dalam rumah.
    Ilustrasi tikus sedang berada di dalam rumah. (Pexels.com/Ralph)

    Kamu mungkin tidak menyangka, ternyata tikus sangat suka dengan bahan-bahan lembut kayu, kain, dan kertas untuk dijadikan sarang. Apalagi kalau menumpuk di sudut ruangan. Jadi kalau kamu punya tumpukan baju kotor, selimut cadangan, atau kardus yang dibiarkan menggunung di pojokan kamar, itu sama aja dengan menyediakan kamar tidur gratis untuk mereka.

    Kamu bisa menyimpan kain-kain tersebut di sebuah kotak plastik yang tertutup rapat. Selain itu, sesekali cek dan geser-geser isi lemari atau laci. Hal ini karena tikus cenderung senang dengan tempat yang jarang diacak-acak atau dibiarkan diam terlalu lama.

  5. 5. Coba alat ultrasonic repellent

    Ilustrasi alat ultrasonic repellent.
    Ilustrasi alat ultrasonic repellent. (Shopee.co.id/NaelSkyze)

    Selain penciuman, tikus juga mempunyai pendengaran yang luar biasa tajam. Ini juga bisa menjadi kelemahan dari tikus. Kamu bisa memanfaatkan sebuah alat kecil bernama ultrasonic repellent. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang tidak bisa didengar telinga manusia, tapi cukup membuat tikus terganggu.

    Alat ini cukup praktis, karena kamu tinggal colok ke stop kontak. Selain tidak ribet, alat ini tidak meninggalkan bau atau residu apa pun di kamar tidur. Alat ini cocok untuk kamu yang sensitif dengan aroma-aroma peppermint, cengkeh, atau lainnya.

  6. 6. Pastikan jendela dan pintu selalu rapat

    Ilustrasi pintu terbuka.
    Ilustrasi pintu terbuka. (Pexels.com/heba alwahsh)

    Terakhir, yang biasanya sering kelupaan adalah mengecek apakah jendela dan pintu kamarmu sudah benar-benar tertutup rapat. Tikus merupakan hewan yang memiliki keahlian memanjat dan bisa masuk lewat celah yang kelihatannya kecil. Jadi pastikan selalu menutup pintu dan jendela.

    Bagaimana saat udara panas dan kamu tidak menggunakan pendingin ruangan (AC)? Kamu bisa menambahkan jaring kawat pelindung di pintu atau jendela yang banyak dijual saat ini. Sehingga kamu tetap bisa membukanya, tanpa takut tikus masuk melalui celah ini.

    Intinya, untuk mengusir tikus dari kamar tidur tidak selalu harus memasang jebakan atau racun tikus. Kombinasi dari aroma yang mereka benci, kamar yang bersih dan rapi, serta menutup semua celah masuk, sudah cukup jadi benteng alami yang membuat tikus berpikir ulang buat mampir. Selamat mencoba, guys!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More