Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Desa Tampaksiring Akan Gelar Pembersihan di Pura Lokasi Pelecehan

Desa Tampaksiring Akan Gelar Pembersihan di Pura Lokasi Pelecehan
Default Image IDN

Gianyar, IDN Times –  Kabar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum sulinggih (Figur yang dimuliakan) asal Tegalalang, Kabupaten Gianyar, berinisial IBRASM, dengan nama welaka (Asli), I Wayan M (38), ditanggapi oleh Perbekel Tampaksiring, I Made Widana. Peristiwa pelecehan tersebut terjadi di kawasan Pura Campuhan, Tampaksiring, pada 4 Juli 2020 lalu.

Kepada IDN Times, I Made Widana mengaku menerima kabar tersebut satu minggu lalu dari media yang mengungkap kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihak desa akan segera menggelar upacara pecaruan (pembersihan) dan saat ini masih mencari hari baik untuk pelaksanaannya. Pada Rabu (17/2/2021), pihak desa bersama dengan Pinandita bermusyawarah membahas Upacara Pecaruan Brumbun yang akan digelar.

1. Pihak desa merasa berkewajiban mengembalikan kesucian pura

IDN Times/Irma Yudistirani
IDN Times/Irma Yudistirani

Widana mengungkapkan bahwa pihaknya sementara ini akan menggelar upacara kecil untuk mengembalikan kesucian atau kesakralan lokasi tersebut. Pihak desa juga berencana melakukan pembenahan infrastruktur kelengkapan tempat melukat (Pembersihan diri) di lokasi tersebut, termasuk dengan menambah tempat mengganti pakaian. Ia menjelaskan, saat dugaan pelecehan tersebut terjadi, pihak desa masih dalam tahap perencanaan untuk softlaunching sebagai tempat wisata spiritual.

“Dan kami pihak desa memiliki kewajiban mengembalikan kesucian pura nike (itu).dan langkah kami, pertama, karena masih ada proses pembangunan infrastruktur di sana sebagai fasilitas sarana untuk mendukung obyek wisata spiritual niki (ini). Mungkin kami mencari hari baik, akan melaksanakan pecaruan yang bantennya mungkin lebih besar atau lebih tinggi,” jelasnya.

2. Warga Tampaksiring sudah lama menggunakan lokasi tersebut untuk nganyut

default-image.png
Default Image IDN

Diakui Widana, sebenarnya lokasi tersebut sudah lama digunakan untuk tempat ngayut (menghanyutkan) oleh warga Tampaksiring maupun wilayah terdekat lainnya.

Niki sebelumnya kan sudah lama dipakai sebagai tempat nganyut jika wenten (ada) warga dari Tampaksiring, Manukaya, termasuk Selat, setelah ngaben nike. Nganyut biasanya kan ke segara, karena tempatnya di sana bagus dan cocok, itu dipakai tempat nganyut,” jelasnya.

3.Nama dan nomor kontak pemangku yang bisa dihubungi untuk melukat sudah dipasang di lokasi

default-image.png
Default Image IDN

Sejak beredar kabar lokasi Pura Campuhan digunakan oleh oknum sulinggih melakukan perbuatan tidak senonoh, menurut Made Widana, sampai saat ini terpantau masih ada warga yang melukat dan nganyut di sana.

“Itu tetap digunakan. Karena keyakinan kami itu masih ada gitu. Walaupun ada kasus pelecehan. Karena masyarakat itu mungkin banyak yang tidak tahu ada kasus pencabulan. Dan mungkin juga kasus nike sudah lama. 2020 tiang (saya) dengar kejadiannya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, biasanya ada masyarakat yang memang ingin melukat pada malam hari. Namun biasanya sebelum melakukan pangelukatan, mereka menelepon aparat desa setempat atau prajuru desa adat setempat serta Pinandita Desa Tampaksiring. Nantinya, para pemangku di sana akan menuntun masyarakat yang hendak melukat. Saat ini di lokasi juga sudah dipasang nama dan nomor kontak pemangku yang bisa dihubungi apabila ada pemedek (umat) dari luar yang ingin melukat.

4. Area di kawasan pura tersebut banyak dikelilingi oleh pepohonan yang lebat dan tinggi

Lokasi yang diduga jadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pelecehan seksual dengan tersangka I Wayan M. (IDN Times/Irma Yudistirani)
Lokasi yang diduga jadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pelecehan seksual dengan tersangka I Wayan M. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim IDN Times pada pukul 15.00 Wita, Kamis (28/1/2021) lalu, sempat melakukan penelusuran ke lokasi kejadian. Area di kawasan Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, itu banyak dikelilingi oleh pepohonan yang lebat dan tinggi.

Tepat di kiri bawah jembatan, setelah melewati 73 anak tangga, barulah sungai campuhan (Pertemuan antara Sungai Pakerisan dengan Sungai Petanu) itu bisa dilihat. Di tengah-tengah sungai berdiri sebuah Patung Dewa Siwa. Di sanalah dugaan perlakuan pelecehan seksual dari sulinggih berinisial IBRASM terjadi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Ni Ketut Sudiani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia
Follow Us

Latest News Bali

See More

Lelang Jabatan Kadis di Tabanan, Pelamar Paparkan Ide dan Inovasi

08 Apr 2026, 16:45 WIBNews