ilustrasi produksi vaksin (pexels.com/Plato Terentev)
Subagia melanjutkan, penguatan biosecurity di kalangan peternakan babi penting karena menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Sebab, hingga saat ini vaksin untuk ASF belum ada.
“Kunci terbaik di tengah tidaknya adanya vaksin adalah mencegah sebelum terjadinya kasus ASF dengan penguatan biosecurity,” ujarnya.
Dinas Pertanian Tabanan juga aktif melakukan penyemprotan (spraying) di kandang-kandang ternak dalam mendukung upaya pencegahan munculnya kasus ASF. Dalam memenuhi kebutuhan disinfektan untuk melakukan penyemprotan kandang, menurut Subagia, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak provinsi Bali.
“Jika stok disinfektan habis, kami akan mengajukan penambahan suplai ke provinsi. Ini merupakan gerakan bersama untuk menjaga keamanan peternakan dari ancaman ASF,” papar Subagia.