Denpasar, IDN Times - Belum lama ini masyarakat di Bali dihebohkan dengan video viral dugaan penipuan dengan modus hipnotis. Dalam psikologi disebut hipnosis. Kejadian tersebut sempat diunggah d Instagram @ melonputu_ dan menimpa masyarakat di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Nah, apa yang terjadi pada seseorang sehingga terkena hipnosis dari sisi psikologi?
Menurut Psikolog Klinis Bali Bersama Bisa, Ni Luh Putu Diah Putri Rahayu, bahwa yang sering disebut masyarakat sebagai hipnotis sebenarnya belum tentu merupakan hipnosis. Dalam banyak kasus, pelaku lebih banyak memanfaatkan teknik komunikasi, membangun rasa percaya, mengalihkan perhatian korban, menciptakan kebingungan, atau membuat korban terburu-buru mengambil keputusan.
"Iya, hipnosis memang dipelajari dalam ilmu psikologi. Bahkan di dunia kesehatan. Hipnosis digunakan untuk tujuan yang positif, misalnya membantu mengatasi kecemasan, mengelola nyeri, atau terapi tertentu. Namun, hipnosis terapeutik dilakukan oleh tenaga profesional, dengan persetujuan dari klien, dan bukan untuk mengendalikan seseorang," jelasnya.
