Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPKAD Awasi Usaha Diving di Karangasem
Suasana di Pesisir Padangbai, salah satu destinasi diving populer di Karangasem. (IDN Times/Wayan Antara)
  • Pemerintah Karangasem melalui BPKAD memperketat pengawasan pajak sektor wisata selam dengan memantau langsung 23 spot diving dan menerjunkan hingga 60 petugas setiap hari.
  • BPKAD menelusuri sekitar 30 perusahaan diving dari luar Karangasem yang menjual paket wisata di wilayahnya agar tercatat dalam sistem pajak daerah dan berkontribusi pada PAD.
  • Aktivitas diving di kawasan Abang dan Kubu mencapai sekitar 400 wisatawan per hari, menunjukkan potensi besar peningkatan penerimaan pajak pariwisata bagi Kabupaten Karangasem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Juni 2026

Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menyampaikan bahwa pengawasan langsung terhadap usaha diving di Karangasem sedang dilakukan. Sebanyak 53 dari 153 wajib pajak telah diawasi melalui uji petik transaksi di lapangan.

kini

BPKAD Karangasem mengerahkan 50–60 petugas setiap hari untuk memantau aktivitas diving di 23 spot perairan dari Tianyar hingga Padangbai. Pemerintah juga menelusuri sekitar 30 perusahaan diving dari luar daerah dan mencatat rata-rata 400 wisatawan diving per hari sebagai potensi peningkatan PAD.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui BPKAD melakukan pengawasan langsung terhadap aktivitas usaha diving untuk memastikan pencatatan transaksi dan potensi pajak dari sektor wisata selam berjalan sesuai ketentuan.
  • Who?
    BPKAD Karangasem di bawah pimpinan I Nyoman Siki Ngurah bersama sekitar 50 hingga 60 petugas lapangan yang memantau kegiatan usaha diving di wilayah pesisir Karangasem.
  • Where?
    Kegiatan pengawasan dilakukan di 23 spot diving yang tersebar di perairan Kabupaten Karangasem, mulai dari kawasan Tianyar hingga Padangbai, Bali.
  • When?
    Pengawasan berlangsung secara rutin setiap hari, termasuk akhir pekan dan hari libur nasional. Pernyataan resmi disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi data transaksi wisata selam serta memperluas kontribusi pajak daerah dari aktivitas ekonomi pariwisata bahari yang terus berkembang.
  • How?
    BPKAD menerapkan metode uji petik transaksi di lapangan dan menelusuri perusahaan diving luar daerah agar tercatat dalam sistem perpajakan daerah guna mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Karangasem banyak orang datang buat menyelam di laut. Pemerintah mau lihat dan hitung uang dari tempat selam itu supaya pajaknya benar. Ada banyak petugas yang jaga di 23 tempat selam tiap hari. Ada juga perusahaan dari luar yang bawa turis ke sana. Sekarang semua lagi diawasi biar tertib dan bantu daerah dapat uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui BPKAD untuk memperketat pengawasan sektor wisata selam menunjukkan komitmen serius dalam mengelola potensi daerah secara transparan dan berkelanjutan. Dengan melibatkan puluhan petugas di 23 titik penyelaman serta menertibkan perusahaan luar daerah, upaya ini mencerminkan semangat kolaboratif dan profesionalisme demi optimalisasi pendapatan asli daerah dari pariwisata yang terus berkembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Potensi pajak dari sektor wisata selam di Kabupaten Karangasem mulai digarap lebih serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kini mengawasi aktivitas usaha diving yang tersebar di sejumlah perairan favorit wisatawan.

Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengungkapkan saat ini terdapat 153 wajib pajak (WP) usaha diving yang terdaftar di Karangasem. Namun, baru 53 WP yang telah masuk dalam pengawasan melalui metode uji petik transaksi di lapangan.

"Kami melakukan pengawasan langsung untuk memastikan transaksi yang terjadi bisa tercatat dengan baik dan sesuai ketentuan," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

1. Pengawasan dilakukan di 23 spot diving

Suasana di Pesisir Padangbai, destinasi diving populer di Karangasem. (IDN Times/Wayan Antara)

Selain lokasi usaha, mereka juga mengawasi titik-titik aktivitas penyelaman. Sebanyak 23 spot diving yang tersebar di perairan Karangasem, mulai dari Tianyar hingga Padangbai, menjadi lokasi pemantauan petugas.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPKAD mengerahkan 50 hingga 60 petugas setiap hari. Pengawasan tetap berjalan meski pada akhir pekan, hari libur nasional, hingga cuti bersama.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan data transaksi yang lebih akurat dari aktivitas wisata selam yang terus berkembang di pesisir Karangasem.

2. Bidik perusahaan diving dari luar Karangasem

Suasana di Pesisir Padangbai, salah satu destinasi diving populer di Karangasem. (IDN Times/Wayan Antara)

Selain mengawasi pelaku usaha yang berkedudukan di Karangasem, BPKAD juga mulai menelusuri perusahaan diving dengan alamat luar daerah tetapi menjual paket wisata selam di perairan Karangasem.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 30 perusahaan yang beroperasi dari kawasan seperti Sanur dan Kuta, namun membawa wisatawan untuk menyelam di Karangasem.

Pemkab Karangasem berencana memfasilitasi perusahaan-perusahaan tersebut agar turut tercatat dalam sistem perpajakan daerah, sehingga aktivitas usahanya dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

3. Ratusan wisatawan diving setiap hari

Suasana di Pesisir Padangbai, salah satu destinasi diving populer di Karangasem. (IDN Times/Wayan Antara)

Potensi penerimaan dari sektor wisata bahari dinilai masih cukup besar. Jumlah wisatawan yang melakukan aktivitas diving di kawasan Abang dan Kubu diperkirakan mencapai sekitar 400 orang dalam sehari.

Melihat tingginya kunjungan tersebut, BPKAD optimistis penerimaan daerah dari sektor pajak jasa pariwisata masih bisa ditingkatkan.

"Kami memastikan seluruh aktivitas ekonomi yang memanfaatkan destinasi wisata Karangasem dapat tercatat dan berkontribusi bagi pendapatan daerah," jelasnya.

Editorial Team

Related Article