Badung, IDN Times - Indonesia terus mendorong akreditasi untuk mendukung inovasi, memperkuat kepercayaan, dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam perdagangan internasional, termasuk di sektor kelapa sawit.
Deputi Bidang Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN), Wahyu Purbowasito, mengatakan jumlah perusahaan sawit terakreditasi di Indonesia masih rendah, yakni kurang dari 5 persen dari total perkebunan yang ada. Menurutnya, salah satu kendala adalah banyaknya pelaku usaha sawit yang mengelola kebun dalam skala kecil.
"Nah, ini memang masih menjadi kendala karena sudah banyak kita lakukan sosialisasi, namun jumlahnya kan sangat banyak ya. Kita punya 16 juta hektare itu hampir 50 persen itu adalah pelaku usaha kecil," ungkapnya di Nusa Dua pada Senin (22/6/2026).
