Klungkung, IDN Times - Provinsi Bali mulai menjalani masa kampanye Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024 pada 26 September 2024, sehari setelah merayakan Galungan. Namun di tengah gencarnya kampanye damai, tertib, dan green election, beberapa alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem dalam kondisi rusak.
Seperti baliho paslon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), I Made Satria dan Tjokorda Gde Surya Putra (Paket Satriya), dalam kondisi rusak. Baliho berukuran 2 x 3 meter tersebut dipasang di Jalan Raya Dusun Payungan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung.
Menurut Koordinator Relawan Satriya, I Kadek Dwioka Harthawan, ada dua yang rusak. Satu baliho hilang dan menyisakan rangka kayu. Berikutnya tidak jauh dari lokasi pertama, setengah balihonya dirobek. Ia menduga perusakan itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya juga beberapa kali dirusak oleh orang tidak dikenal di Tohpati Banjarangkan, kemudian di perbatasan antara Desa Kamasan dan Desa Tangkas, serta di wilayah Semeagung, Kecamatan Banjarangkan.
"Kami sangat menyayangkan ini terjadi di tengah Pilkada damai yang sudah disepakati sebelumnya. Namun biar tidak semakin ramai, yang rusak langsung akan diperbaiki tim di lapangan," katanya, Senin (30/9/2024).
Pemandangan ini juga terjadi di Kabupaten Karangasem. Baliho paslon nomor urut 3, I Gusti Putu Parwata-Pandu Prapanca Lagosa (Guspar-Pandu), berukuran besar di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem juga dalam keadaan rusak.
"Ya kami mendapati sudah rusak, itu baliho lumayan besar. Sudah kami laporkan kepada tim agar ditindaklanjuti. Kita pasang beberapa baliho di Kubu, cuma itu saja yang rusak. Kemungkinan ada oknum yang merobek, tapi kami tidak tahu siapa," kata Tim Badan Pemenangan Guspa-Pandu yang berasal dari Kecamatan Kubu, I Komang Sartika, Senin (30/9/2024).
