Comscore Tracker

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-Wuhan

Mantap. Semoga Corona tidak sampai masuk ke Bali ya

Badung, IDN Times – Kepala Seksi Angkutan Udara Otoritas Bandara IV, Puguh Lukito, kepada IDN Times menyampaikan bahwa salah satu maskapai yang melayani penerbangan rute Denpasar-Wuhan (DPS-WUH) tetap terbang mengangkut penumpang meski tengah merebak isu penyebaran Virus Corona asal Wuhan, Tiongkok. Hal tersebut disampaikannya pada Jumat (24/1), menyusul adanya Siaran Pers nomor 16/SP/KSIHU/I/2020 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Berikut penjelasannya:

1. Ada dua maskapai yang melayani penerbangan rute langsung DPS-WUH. Apa saja ya?

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-WuhanInstagram.com/sriwijayaair

Puguh menyebutkan, operator yang beroperasi dengan rute penerbangan langsung DPS-WUH ada dua maskapai. Yaitu PT Lion Mentari Airlines dan PT Sriwijaya Airlines.

2. Sriwijaya Air lakukan suspend sejak Kamis sampai waktu yang tidak ditentukan

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-WuhanIlustrasi penerbangan. (IDN Times/Sidratul Muntaha)

Dari informasi yang diterima Puguh, bahwa Sriwijaya Air melakukan suspend (Menunda) rute tujuan DPS-WUH sejak Kamis (23/1) hingga waktu yang tidak ditentukan.

Untuk diketahui dalam kurun waktu seminggu, Sriwijaya Airterbang menuju Wuhan dengan pesawat nomor penerbangan SJ 1124 pada hari Rabu dan STD 16.50 UTC. Sementara pesawat akan kembali ke Denpasar pada Kamis dengan nomor penerbangan SJ 1125.

“Berdasarkan penjelasan dari Manajemen Operatornya dilakukan suspend sampai waktu yang tidak ditentukan,” terangnya.

Baca Juga: Antisipasi Corona, Dinkes Bali Sediakan Stok Tamiflu

3. Lion Air tetap terbang dengan sistem ferry flight rute balik WUH ke DPS

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-WuhanIDN Times/Candra Irawan

Sedangkan operator PT Lion Air memilih tetap terbang dengan pengangkutan penumpang rute DPS-WUH (Outbound). Namun begitu rute balik WUH-DPS statusnya berganti ferry flight.

“Keterangan dari Manager Area tetap beroperasi rute DPS-WUH. Hanya saja mengangkut penumpang. Penerbangan balik WUH-DPS tidak mengangkut penumpang atau dalam status ferry flight. Sampai 26 Januari ini,” ungkapnya.

Lion Air sendiri memiliki tiga penerbangan pada hari Rabu, Jumat dan Minggu dengan tipe pesawat B739 dan nomor penerbangan JT 2619 (DPS-WUH) dan JT 2618 (WUH-DPS).

4. Ditjen Perhubungan Udara: maskapai Indonesia untuk sementara waktu tidak bisa melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-WuhanIDN Times/Holy Kartika

Menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing Ditjen Perhubungan Udara menyampaikan bahwa maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, untuk sementara tidak dapat melakukan penerbangan ke kota tersebut.

Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, menegaskan bahwa akan melakukan antisipasi penyebaran virus Pneumonia melalui jalur penerbangan.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktivitas penerbangan," jelas Polana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1).

5. Mengenal gejala dan cara pencegahannya:

Antisipasi Corona, 2 Maskapai Hanya Layani Pengangkutan Denpasar-WuhanIDN Times

Dilansir dari Instagram resmi kemenkes_ri, Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan. Virus ini satu keluarga dengan SARS dan MERS, serta menjadi penyebab wabah Pneumonia di Tiongkok.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana penularannya. Namun virus itu diduga menular dari hewan ke manusia. Karena kasus yang muncul di Wuhan memiliki riwayat kontak dengan pasar hewan Huanan.

Apa saja gejala-gejala orang yang terjangkit virus corona? Penderita akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius, batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Gejala ini semakin berat jika penderitanya usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta seperti paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal hingga kematian.

Untuk mencegah penularan, segera lakukan:

  • Sering cuci tangan pakai sabun
  • Gunakan masker bila batuk atau pilek
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah
  • Hati-hati kontak dengan hewan
  • Rajin olahraga dan istirahat cukup
  • Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak
  • Bila batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan.

Untuk saat virus corona belum masuk ke Indonesia. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi dan Kabupaten/Kota, rumah sakit rujukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit ini melalui seluruh pintu masuk ke Indonesia via darat, laut, dan udara.

Termasuk bandara di seluruh Indonesia, terutama yang memiliki penerbangan langsung ke Tiongkok, supaya mengaktifkan thermal scanner, memberikan health alert card, dan KIE pada penumpang.

Bila sedang berlibur ke Tiongkok, sebaiknya kamu:

  • Tetap waspada dan jangan panik
  • Terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
  • Hindari kontak dengan hewan atau pasar hewan
  • Hindari kontak langsung dengan orang sakit
  • Gunakan masker dan terapkan etika batuk.

Jika butuh pertolongan dari rumah, hubungi Pusdaslops BPBD Kota Denpasar di Jalan Ir H Juanda Nomor 3, Denpasar. Kamu bisa menghubungi nomor telepon (0361) 223333/112.

Baca Juga: Bali Belum Lakukan Pembatasan Wisatawan Tiongkok Seperti Thailand

Topic:

  • Ayu Afria Ulita Ermalia
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya