Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antrean Kendaraan Padat di Pelabuhan Gilimanuk Sampai ke Gang Rumah
Pemandangan yang menghiasi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jumat (13/3/2026) malam. (IDN Times/Putu Sastra)
  • Pelabuhan Gilimanuk dipadati pemudik dan truk logistik sejak pagi hingga malam, menyebabkan antrean panjang hingga kawasan Hutan Cekik meski petugas bekerja 24 jam mengurai kemacetan.
  • Kemacetan diperparah oleh sopir truk yang melintas lebih awal untuk menghindari pembatasan angkutan lebaran, bersamaan dengan pemudik yang mulai berangkat karena libur sekolah telah dimulai.
  • ASDP menyiagakan sekitar 30 kapal guna menjaga kelancaran penyeberangan, sementara puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan dengan imbauan agar masyarakat atur waktu perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kemacetan panjang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, akibat meningkatnya arus kendaraan pemudik dan truk logistik yang memilih berangkat lebih awal menjelang masa angkutan Lebaran 2026.
  • Who?
    Para pemudik dari berbagai daerah, sopir truk pengangkut logistik, petugas kepolisian, serta pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terlibat dalam situasi padat di kawasan pelabuhan tersebut.
  • Where?
    Kepadatan terjadi di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, dengan antrean kendaraan mengular hingga kawasan Hutan Cekik.
  • When?
    Kondisi padat berlangsung sejak Jumat pagi hingga malam tanggal 13 Maret 2026 dan diperkirakan akan terus meningkat dalam dua hari ke depan.
  • Why?
    Banyak sopir truk melintas lebih awal untuk menghindari pembatasan kendaraan non-logistik selama angkutan Lebaran, sementara pemudik mulai berangkat karena libur sekolah telah dimulai.
  • How?
    Petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan mobil pribadi ke kantong parkir dan gang sekitar pelabuhan. ASDP menyiagakan sekitar 30 kapal guna memperlancar arus penyeberangan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jembrana, IDN Times - Pemandangan tak biasa menghiasi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana , sejak Jumat (13/3/2026) pagi hingga malam. Gelombang pemudik dan truk logistik sudah mulai memadati jalan, dan menciptakan antrean panjang yang nyaris melumpuhkan akses menuju pelabuhan. Ekor antrean kendaraan bahkan terlihat mengular hingga ke kawasan Hutan Cekik.

Petugas kepolisian dan pihak otoritas pelabuhan pun berupaya maksimal dalam 24 jam demi memastikan arus kendaraan tidak benar-benar macet total.

1. Sopir truk "adu nasib" demi kejar deadline pembatasan

Pemandangan yang menghiasi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Jumat (13/3/2026) malam. (IDN Times/Putu Sastra)

Bukan tanpa alasan kemacetan ini mencapai titik puncaknya. Membeludaknya kendaraan berat di jalur masuk pelabuhan dipicu oleh adanya aturan pembatasan melintas bagi truk nonlogistik selama angkutan lebaran 2026. Para sopir truk tampaknya enggan "terjebak" aturan tersebut dan memilih untuk melintas lebih awal secara bersamaan.

Dampaknya, jalur utama Gilimanuk dipenuhi oleh truk besar yang sebelumnya mengangkut berbagai kebutuhan. Penumpukan kendaraan berat ini otomatis mempersempit ruang gerak bagi kendaraan pribadi yang juga mulai memadati pelabuhan sejak libur sekolah resmi dimulai.

2. Mudik lebih awal karena anak sudah libur sekolah

Pemandangan yang menghiasi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jumat (13/3/2026) malam. (IDN Times/Putu Sastra)

Guna mengurai kemacetan, petugas mengambil langkah rekayasa lalu lintas. Saat kondisi padat, mobil-mobil pribadi pemudik dialihkan ke kantong-kantong parkir di area terminal kargo, hingga diarahkan masuk ke gang-gang kecil di pemukiman warga sekitar pelabuhan.

Strategi ini dilakukan agar kendaraan tidak menumpuk di satu titik pusat yang bisa memicu kemacetan total di jalur utama.

Kelelahan tampak jelas di wajah para pemudik. Safila (43), pemudik asal Bondowoso, mengaku harus bertarung dengan rasa jenuh selama berjam-jam.

"Sudah nunggu sampai tiga jam cuma buat masuk ke area penyeberangan," keluhnya.

Nasib lebih apes dialami pemudik lainnya, Khotimah, yang harus tertahan jauh lebih lama. Dirinya memilih mudik lebih awal karena sudah memasuki musim libur sekolah.

"Saya menunggu lebih dari empat jam. Jalan pelan sekali karena ramai daritadi. Kami memilih pulang hari ini karena anak-anak memang sudah mulai libur," cerita warga asal Pacitan, Jawa Timur.

3. ASDP kerahkan 30 kapal, puncak arus diprediksi segera tiba

Pemandangan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Jumat (13/3/2026) malam. (IDN Times/Putu Sastra)

Menanggapi situasi yang kian padat, pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) langsung menyiagakan 30 sampai 31 armada kapal untuk menjamin kelancaran penyeberangan. Upaya ini dilakukan karena mobilitas kendaraan sudah mulai meningkat.

Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, memprediksi bahwa situasi ini hanyalah permulaan dari badai mudik tahun ini.

Petugas pun mengimbau agar masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa bisa lebih bijak mengatur waktu perjalanan dan tetap mematuhi instruksi personel di lapangan demi keselamatan bersama.

"Padatnya mulai malam hingga dini hari, terutama untuk roda empat dan roda dua. Dua hari ke depan diprediksi terus meningkat," jelas Didi.

Editorial Team