Pemandangan yang menghiasi Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jumat (13/3/2026) malam. (IDN Times/Putu Sastra)
Guna mengurai kemacetan, petugas mengambil langkah rekayasa lalu lintas. Saat kondisi padat, mobil-mobil pribadi pemudik dialihkan ke kantong-kantong parkir di area terminal kargo, hingga diarahkan masuk ke gang-gang kecil di pemukiman warga sekitar pelabuhan.
Strategi ini dilakukan agar kendaraan tidak menumpuk di satu titik pusat yang bisa memicu kemacetan total di jalur utama.
Kelelahan tampak jelas di wajah para pemudik. Safila (43), pemudik asal Bondowoso, mengaku harus bertarung dengan rasa jenuh selama berjam-jam.
"Sudah nunggu sampai tiga jam cuma buat masuk ke area penyeberangan," keluhnya.
Nasib lebih apes dialami pemudik lainnya, Khotimah, yang harus tertahan jauh lebih lama. Dirinya memilih mudik lebih awal karena sudah memasuki musim libur sekolah.
"Saya menunggu lebih dari empat jam. Jalan pelan sekali karena ramai daritadi. Kami memilih pulang hari ini karena anak-anak memang sudah mulai libur," cerita warga asal Pacitan, Jawa Timur.