Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Antrean 30Km Warnai Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk 2026

Antrean 30Km Warnai Arus Mudik di Pelabuhan Gilimanuk 2026
Antrean kendaraan pemudik di Jalan Udaya Jalur Denpasar-Gilimanuk atau berjarak 30 kilometer lebih dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Putu Sastra)
Intinya Sih
5W1H
  • Arus mudik Lebaran 2026 menyebabkan kemacetan total di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 30 kilometer hingga wilayah Kota Negara, Jembrana.
  • Para pemudik mengeluhkan kondisi lalu lintas tahun ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, didominasi truk besar, mobil pribadi, dan bus antarkota menuju Pulau Jawa.
  • Kapolres Jembrana menyebut lonjakan volume kendaraan sebagai penyebab utama penumpukan dan menerapkan sistem buka-tutup serta pengalihan arus untuk mengurai kepadatan di jalur utama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jembrana, IDN Times - Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, mengalami kemacetan total. Ribuan kendaraan pemudik terjebak antrean panjang yang diprediksi mencapai puncaknya hari ini, Minggu (15/3/2026).

Laporan di lapangan menunjukkan ekor antrean kendaraan telah memasuki wilayah Kota Negara, Kabupaten Jembrana yang berjarak sekitar 30km (kilometer) lebih dari pintu masuk pelabuhan. Kendaraan didominasi oleh truk besar, mobil pribadi, dan bus antarkota yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.

1. Kemacetan ini paling parah tahun 2026

IMG-20260315-WA0069.jpg
Antrean kendaraan pemudik di Jalan Udaya Jalur Denpasar-Gilimanuk atau berjarak 30 kilometer lebih dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Putu Sastra)

Bagi banyak pemudik, situasi tahun ini dinilai sebagai yang paling melelahkan. Satu di antaranya Edi (39), warga asal Surabaya yang sedang dalam perjalanan pulang kampung bersama keluarganya.

"Ini yang terparah selama saya mudik beberapa tahun terakhir. Saya sudah terjebak macet sejak pukul 10.00 Wita. Kendaraan lebih banyak diam daripada bergerak. Kasihan anak-anak di dalam mobil sudah mulai rewel karena panas dan lelah," keluh Edi saat ditemui di tengah antrean.

Warga lainnya asal Bojonegoro, Heri (48), juga mengakui hal sama. Selama bertahun-tahun melintas di jalur utama Jalan Denpasar-Gilimanuk, baru tahun 2026 yang paling parah. Dia menyebutkan selain karena peningkatan jumlah kendaraan, juga diperparah karena masih banyak truk besar yang melintas di jalur utama.

"Tumben sekali parah seperti ini. Biasanya macet sampai Cekik aja. Tapi sekarang sudah sampai di wilayah Kota ini. Lumayan jauh dari sini, sekitar satu jam ke pelabuhan," katanya.

2. Karena peningkatan volume kendaraan

IMG-20260315-WA0067.jpg
Antrean kendaraan pemudik di Jalan Udaya Jalur Denpasar-Gilimanuk atau berjarak 30 kilometer lebih dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Putu Sastra)

Menanggapi kondisi krusial ini, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jembrana, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati, mengonfirmasi bahwa penumpukan kendaraan disebabkan oleh lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Memang terjadi peningkatan volume kendaraan yang luar biasa menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kami telah mengerahkan seluruh personel untuk melakukan sistem buka-tutup dan pengalihan arus di beberapa titik guna mengurai kepadatan," jelas AKBP Kadek Citra Dewi.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. Kemudian membawa bekal makanan dan minuman yang cukup, serta memanfaatkan kantong-kantong parkir atau rest area untuk beristirahat guna menghindari kelelahan ekstrem.

"Pihak ASDP juga sudah berupaya memberikan pelayanan maksimal untuk memastikan penyeberangan di Selat Bali aman dan lancar," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus berjaga di sepanjang jalur utama lintas provinsi tersebut untuk mengatur kelancaran lalu lintas.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More