Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Air Sumur Warga di Sekitar TOSS Centre Klungkung Tercemar

Air Sumur Warga di Sekitar TOSS Centre Klungkung Tercemar
Bupati Klungkung Made Satria, saat menemui warga yang terdampak pencemaran air sumur di Dusun Karangdadi. (Dok. IDN Times/istimewa)
Share Article

Klungkung, IDN Times - Warga yang tinggal di sekitar TOSS (tempat olah sampah setempat) di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba mengeluhkan air sumur mereka yang tercemar.

Warga menduga pencemaran air sumur itu berhubungan dengan keberadaan tempat olah sampah di wilayah tempat tinggal mereka. Situasi ini sempat membuat warga setempat kebingungan, karena selama ini mereka sangat mengandalkan air sumur tersebut.

Menerima laporan itu, Bupati Klungkung, I Made Satria, merespon dengan memberikan bantuan sambungan air PDAM secara gtatis ke warga terdampak.

"Begitu ada persoalan yang masuk ke saya, maka saya langsung mengintruksikan Dirut PDAM dan jajarannya untuk memberikan sambungan gratis untuk warga yang sumurnya tercemar, ujar Made Satria, Selasa (29/4/2025).

1. Ada lima warga terdampak pencemaran air sumur

Bupati Klungkung Made Satria, saat menemui warga yang terdampak pencemaran air sumur di Dusun Karangdadi. (Dok. IDN Times/istimewa)
Bupati Klungkung Made Satria, saat menemui warga yang terdampak pencemaran air sumur di Dusun Karangdadi. (Dok. IDN Times/istimewa)

Bupati Klungkung, Made Satria; dan Wabup, Tjokorda Gede Surya Putra, langsung mendatangi warga terdampak pencemaran sumur teraebut. Ada lima warga yang terdampaknyakni Komang Yuliana, I Komang Sudiarta, I Wayan Budiantara, I Wayan Sudiarta, dan Komang Jati. Mereka sebelumnya telah mengeluh ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung.

"Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Saat ada laporan pencemaran, kami tidak bisa tinggal diam mengetahui kondisi ini," ungkap Made Satria.

2. Perintahkan menanggulangi pencemaran sungai

Bupati Klungkung Made Satria, saat menemui warga yang terdampak pencemaran air sumur di Dusun Karangdadi. (Dok. IDN Times/istimewa)
Bupati Klungkung Made Satria, saat menemui warga yang terdampak pencemaran air sumur di Dusun Karangdadi. (Dok. IDN Times/istimewa)

Made Satria juga mengintruksikan DLHP Klungkung untuk menindaklanjuti masalah pencemaran air sumur ini. Jangan sampai keberadaan TOSS justru menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitar.

Apalagi TOSS sudah bertahun-tahun berdiri, dan baru saat ini ada permasalahan pencemaran. Sehingga ia menyimpulkan ada yang harus dievaluasi dengan pengelolaan sampah di TOSS.

3. TOSS Centre overload sampah

Kondisi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)
Kondisi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)

Sementara Kepala DLHP Klungkung, I Nyoman Sidang, sebelumnya mengatakan kondisi TOSS Centre telah overload. Pihaknya berupaya melakukan peningkatan kapasitas mesin Composting Treatment Bio Layer (CTBL) melalui penambahan aksesori, dan bak penampungan residu. Sehingga kapasitas pengolahan sampah residu meningkat dari sebelumnya 2,5 ton menjadi 4 ton per hari.

"Juga telah ada pihak ketiga yang menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dalam pengolahan sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF)," ungkap Nyoman Sidang.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

KPK Ungkap Dugaan Praktik Korupsi di Kanim Ngurah Rai dan Denpasar

26 Jun 2026, 19:49 WIBNews