Hari Baik Menurut Hindu Bali 28 Oktober 2024

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, ala ayuning hari ini yaitu amerta dadi. Hari ini baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Selain baik untuk memuja leluhur, ala ayuning kala miled disebut baik untuk meramu obat-obatan, sadek, dan yang sejenisnya.
1. Tidak baik bercocok tanam

Ala ayuning hari ini ada yang disebut kala sor, yakni tidak baik untuk melakukan pekerjaan yang ada hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.
Hari ini tidak baik untuk dewasa ayu atau disebut kala temah. Termasuk pula kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Ala ayuning kaleburau juga tidak baik melaksanakan rangkaian atiwa-tiwa/ngaben.
2. Baik membuat keris

Bagi para pembuat keris, ini adalah hari baik untuk membuat keris yang disebut dengan ala ayuning macekan wadon. Selain itu, hari ini juga baik untuk membuat taji, tumbak, dan alat penangkap ikan. Ala ayuning rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan.
Pamacekan bermakna baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Namun tidak baik melaksanakan yadnya. Salah wadi yakni tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk juga Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya.
3. Baik memuja Dewi Sri

Sri murti, hari ini baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Sri tumpuk yakni baik untuk mencari burung (mepikat).
Namun, hari ini tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting atau disebut uncal balung. Pararasan: aras tuding, pancasuda: sumur sinaba, ekajalaresi: manggih suka, pratiti: awidya



















