Hari Baik Menurut Hindu Bali 3 April 2026, Saatnya Mulai Usaha

Ada berbagai ramalan hari baik menurut Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Jumat, 3 April 2024. Ramalan pertama yakni, kala gotongan merupakan hari baik untuk mulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
Sedana yoga artinya baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena akan murah rejeki. Dauh ayu adalah hari baik untuk membuat awig-awig (aturan setingkat desa adat di Bali), peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun. Berikut ramalan hari baik selengkapnya.
Baik melakukan Panca Yadnya

Amerta dewa adalah hari baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. Bojog munggah merupakan hari yang tidak baik untuk menanam padi dan jagung.
Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Gagak anungsang pati adalah hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa. Kala brahma hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
Baik membangun tembok pekarangan

Kala dangastra adalah hari baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk mulai pekerjaan penting dan tidak baik melakukan upacara atau gawe ayu.
Kala ngadeg merupakan hari baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan. Hari ini baik mulai memelihara ayam kurungan, membuat empangan atau bendungan. Kala panyeneng artinya baik untuk membuat peraturan-peraturan, awig-awig, dan membuat tempat penyimpanan harta benda.
Baik membuat alat pertanian

Kala sapuhau merupakan hari baik untuk membuat alat-alat pertanian seperti garu, tulud, pemlasahan, tenggala (bajak). Namun, tidak baik untuk membangun. Kala temah adalah hari tidak baik untuk dewasa ayu.
Kala wikalpa adalah hari baik untuk membuat keris dan yang sejenisnya. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Sadayatana.


















