Kalah 1-4 dari Juru Kunci, Ada Apa dengan Perseden?

Pada pekan ke-13 Grup D Liga Nusantara 2025/2026, Perseden berhadapan dengan tim juru kunci, Waanal Brothers, di Stadion Thor, Surabaya, Jumat (16/1/2026), sore. Namun, di luar dugaan, Waanal berhasil menang dengan skor telak 4-1 atas tim berjuluk Laskar Catur Muka.
Gol Waanal Brothers dicetak oleh Muhammad Bahari (78’), hattrick Patrick Alfredo masing-masing pada menit ke-11 (penalti), ke-55, dan ke-57. Nyoman Sukarja menjadi pencetak gol satu-satunya bagi Perseden Denpasar pada menit ke-69.
1. Perseden dikalahkan 10 pemain Waanal Brothers

Pada laga pekan ke-13 ini, Waanal Brothers yang bermain tanpa beban langsung tancap gas usai peluit wasit Wahyudin berbunyi. Tim asal Papua Tengah ini langsung mengepung area pertahanan Perseden. Hal ini membuat tim asuhan pelatih I Wayan Arsana kewalahan.
Pada menit ke-11, Waanal Brothers berhasil mencetak gol melalui titik penalti setelah pemain mereka dilanggar di area kotak terlarang. Patrick Afredo sukses menjadi algojo dan membawa timnya unggul sementara atas Perseden. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.
Tak mau kalah dari lawannya, Perseden langsung bermain lebih agresif di babak kedua. Sayangnya, alih-alih mengejar ketinggalan, Made Antha Wijaya harus rela kebobolan dua gol dari Patrik Aflredo pada menit ke-55 dan ke-57. Nyoman Sukarja mengejar ketinggalan dengan mencetak gol pada menit ke-69.
Laskar Catur Muka sebenarnya berpeluang untuk mencetak gol. Pasalnya, Waanal Brothers harus kehilangan seorang pemainnya pada menit ke-76. Yanto Basna terkena kartu merah setelah sebelumnya telah mendapatkan kartu kuning. Namun, Perseden tidak mampu memanfaatkan peluang ini. Mereka justru kembali kebobolan pada menit ke-78 oleh Muhammad Bahari. Skor 4-1 untuk kemenangan Waanal Brothers bertahan hingga pertandingan usai.
2. Rotasi pemain, Perseden bermain under perform

Tentu sangat mengejutkan melihat hasil yang diraih pada pekan ke-13 Grup D Liga Nusantara 2025/2026 ini. Pasalnya, tim yang dihadapi adalah tim yang menghuni juru kunci Grup D. Selain itu, dalam dua pertandingan sebelumnya, Perseden selalu unggul dengan skor telak yaitu 2-0 dan 3-0.
Rotasi pemain yang dilakukan oleh pelatih I Wayan Arsana menjadi penyebab kekalahan telak Perseden. Ia melakukan penyegaran di posisi kiper dan beberapa pemain dengan maksud untuk menjaga kebugaran pemain selama sisa laga babak kualifikasi grup. Namun, rotasi ini justru menjadi blunder saat menghadapi Waanal Brothers.
Terlihat pemain bermain sangat jauh berbeda dengan permainan yang biasa ditampilkan Nyoman Sukarja dan kawan-kawan. Skema bola dari kaki ke kaki hampir tidak terlihat dan sering salah passing serta mudah kehilangan bola. Alhasil, Perseden harus menerima pil pahit dengan kekalahan telak dari Waanal Brothers.
3. Posisi Perseden rawan disusul Persiba Bantul

Kekalahan telak dari Waanal Brothers membuat poin Perseden Denpasar tetap 22. Tim legendaris Kota Denpasar ini bertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup D Liga Nusantara 2025/2026. Kekalahan Persekabpas dari Persebata Lembata membuat jarak dengan Perseden tidak terpaut jauh.
Beruntung, Persiba Bantul ditahan imbang Gresik United FC 0-0 sehingga tim asal Yogyakarta ini tidak jadi mengambil alih posisi Perseden. Persiba menjadi pesaing terdekat Perseden untuk lolos ke babak perempat final. Tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini meraih 20 poin hanya selisih 2 poin dari Perseden Denpasar.
Hasil pekan ke-13 membuat persaingan untuk merebut tiket ke babak delapan besar semakin sengit. Tiga tim papan atas, Persekabpas, Perseden, dan Persiba sama-sama memiliki peluang besar untuk lolos ke babak perempat final. Selain itu, kemenangan Waanal Brothers juga membuat mereka memiliki peluang untuk terhindar dari degradasi. Gresik United FC dan Waanal Brothers harus berusaha keras di sisa pertandingan Grup D untuk terhindar dari degradasi.
Kekalahan telak Perseden Denpasar atas Waanal Brothers yang menjadi juru kunci pastinya membuat sebagian penggemar mereka kecewa. Bahkan beberapa komentar di akun Instagra resmi menuding tim kebanggan mereka seperti sengaja memberi kemenangan kepada lawannya agar terhindar dari Degradasi. Apa pun yang terjadi, Perseden Denpasar harus bangkit dalam dua pertandingan sisa untuk lolos ke babak selanjutnya.


















