Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peta Kekuatan PSIM Yogyakarta, Siap Mengadang Bali United

Peta Kekuatan PSIM Yogyakarta, Siap Mengadang Bali United
Thijmen Goppel (merah) menghindari hadangan pemain PSIM Yogyakarta (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)
Intinya Sih
5W1H
  • Bali United dan PSIM Yogyakarta sama-sama belum menang di putaran kedua Super League 2025/2026, membuat laga ini jadi ajang penting untuk memutus tren negatif masing-masing tim.
  • Dua pelatih asal Belanda, Johnny Jansen dan Jean Paul van Gastel, akan adu strategi dengan gaya permainan Eropa yang menonjolkan operan pendek dan penguasaan bola.
  • PSIM mengandalkan Ze Valente sebagai motor serangan produktif dengan enam gol dan tiga assist, sementara Bali United berupaya membalas kekalahan telak pada pertemuan pertama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bali United akan melangsungkan pertandingan tandang menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) malam. Serdadu Tridatu yang meraih tiga kekalahan beruntun berusaha bangkit pada laga ini.

Tapi ini tidak mudah karena tim yang dihadapi adalah PSIM Yogyakarta. Tim berjuluk Laskar Mataram ini pernah mempermalukan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada putaran pertama. Seperti apakah peta kekuatan PSIM saat ini?

1. Sama-sama tim yang belum meraih kemenangan di putaran kedua Super League 2025/2026

Boris Kopitovic usai pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta. (Instagram.com/baliunitedfc)
Boris Kopitovic usai pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta. (Instagram.com/baliunitedfc)

Satu hal menarik dari kedua tim adalah mereka sama-sama tim yang belum pernah meraih kemenangan di putaran kedua Super League 2025/2026. Bali United mencatatkan tiga kekalahan beruntun dari Persik Kediri (2-3), Persebaya Surabaya (1-3), dan takluk 0-1 dari Persija Jakarta pada laga terakhir. Hasil seri ini terjadi saat tim asuhan Johnny Jansen menghadapi Semen Padang dengan skor 3-3.

Catatan PSIM di putaran kedua lebih baik dari Bali United. Tim asuhan pelatih Jean Paul van Gastel ini mengalami dua kekalahan dari Persebaya Surabaya (0-3) dan Borneo FC (1-2). Sedangkan dua hasil seri didapat saat menghadapi Persis Solo (0-0) dan Persik Kediri (2-2).

Jalannya laga akan menarik karena kedua tim pasti berburu kemenangan perdana di putaran kedua Super League 2025/2026 ini. Keduanya sama-sama sedang dalam situasi mendapatkan tekanan dari para pendukungnya untuk memutus tren negatif dan meraih kemenangan. PSIM juga tidak akan membiarkan Ricky Fajrin dan kawan-kawan mempermalukan mereka di hadapan pendukungnya sendiri.

2. Adu taktik menir Belanda

Johnny Jansen siap memberikan racikan terbaik untuk meredam lawan Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)
Johnny Jansen siap memberikan racikan terbaik untuk meredam lawan Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)

Laga ini juga menjadi ajang pembuktian pelatih yang sama-sama berasal dari Belanda. Bali United memiliki Johnny Jansen, sedangkan PSIM memiliki Jean Paul van Gastel. Gaya permainan keduanya tak jauh berbeda, mengadopsi permainan ala Eropa.

Keduanya lebih menonjolkan permainan cantik dari kaki ke kaki saat melakukan serangan. Sayangnya, gaya permainan ini kurang begitu cocok untuk iklim sepak bola di Super League yang rata-rata lebih memanfaatkan permainan cepat kombinasi bola panjang dan bola-bola pendek. Kedua pelatih pastinya akan memutar otak untuk melakukan kombinasi-kombinasi skema permainan untuk meraih kemenangan.

3. Ze Valente jadi jenderal lapangan tengah

Pemain Bali United (merah) saat beradu dengan pemain PSIM Yogyakarta (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)
Pemain Bali United (merah) saat beradu dengan pemain PSIM Yogyakarta (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)

Bali United harus bisa mengantisipasi serangan cepat dari para pemain PSIM. Gelandang serang asal Portugal, Ze Valente, selalu menjadi motor serangan Laskar Mataram. Kecepatan dan skill individunya sering merepotkan barisan belakang lawan.

Ia juga memiliki umpan-umpan yang memanjakan lini depan PSIM yang dimotori Nermin Haljeta. Terbukti, 3 assist telah dicatatkan di Super League 2025/2026. Ze juga telah mencetak enam gol dalam 20 pertandingan. Ini menandakan, Ze tidak hanya mampu mengalirkan bola bagi lini serang PSIM, ia juga cukup produktif. Tim Receveur dan Joao Ferrari harus bisa mematikan pergerakan dari Ze Valente untuk memutus serangan PSIM.

PSIM juga diperkuat pemain bertahan baru asal Belanda, Jop van der Avert. Pemain berusia 25 tahun ini dipercaya menjadi tembok kokoh PSIM dii posisi bek tengah. Penampilan debutnya saat menghadapi Persik Kediri menunjukkan kualitasnya di lini belakang. Dirinya akan menjadi penghalang bagi Boris Kopitovic dan kawan-kawan masuk ke area pertahanan PSIM untuk mencetak gol.

Bali United datang ke kandang PSIM Yogyakarta tidak hanya untuk meraih kemenangan, namun juga membawa misi balas dendam. Pada putaran pertama, Serdadu Tridatu harus takluk dari PSIMĀ  dengan skor telak 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Jika melihat statistik kedua tim, kualitasnya tampak berimbang. Apakah Serdadu Tridatu bisa bangkit, atau semakin terpuruk keluar dari sepuluh besar klasemen sementara Super League 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Sport Bali

See More