Langkah Perseden Terhenti di Liga Nusantara 2025/2026

Perseden Denpasar harus mengubur dalam-dalam keinginan untuk lolos ke babak perempat final Liga Nusantara 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Catur Muka ini harus mengakui keunggulan Gresik United FC pada laga terakhir Grup D.
Sayfullah Kader menjadi penentu kemenangan Gresik United FC melalui gol tunggalnya di menit ke-77. Dengan hasil ini, Perseden harus puas berada di posisi keempat klasemen Grup D Liga Nusantara 2025/2026.
1. Perseden menguasai jalannya pertandingan, namun tidak bisa memanfaatkan peluang

Perseden dan Gresik United merupakan laga krusial bagi kedua tim. Keduanya memiliki peluang lolos ke babak delapan besar jika mereka berhasil menang dan Persekabpas Pasuruan atau Persiba Bantul mengalami kekalahan. Perseden sejak peluit wasit Wawan Rafiko berbunyi, langsung bermain menyerang.
Beberapa kali para pemain asuhan pelatih I Wayan Arsana ini berhasil menerobos masuk ke daerah pertahanan lawan. Sayangnya, penyelesaian akhir masih kurang baik, sering terjadi salah passing maupun salah komunikasi. Walaupun bermain menyerang, para pemain terlihat seperti kurang gereget, jauh berbeda seperti putaran pertama dan kedua.
Di sisi Gresik United, mereka lebih sering melakukan serangan dengan memanfaatkan kesalahan passing pemain Perseden. Gol Sayfullah berawal dari kesalahan umpan pemain Perseden saat melakukan serangan. Hal ini dimanfaatkan oleh para pemain Gresik United untuk melakukan serangan balik. Serangan cepat ini membuat lini belakang Perseden kelabakan. Sehingga Sayfullah yang berdiri bebas dengan mudah menendang bola masuk ke gawang yang dijaga Faizal Hariyono. Keunggulan ini bertahan hingga pertandingan selesai.
2. Perseden catatkan hasil negatif pada putaran ketiga Grup D

Saat melakoni laga putaran pertama dan kedua Grup D Liga Nusantara 2025/2026, Perseden terlihat bermain dengan performa terbaiknya. Made Anta Wijaya dan kawan-kawan mampu meraih 21 poin dari 7 kemenangan, tiga kekalahan, dan tanpa pernah seri. Bahkan, Perseden mengunci posisi puncak saat putaran kedua berakhir dengan mengalahkan Gresik United dengan skor 2-1.
Memasuki putaran ketiga, performa Nyoman Sukarja dan kawan-kawan terlihat berbanding terbalik dengan putaran sebelumnya. Dalam lima pertandingan di putaran ketiga, Perseden belum pernah menang dengan catatan 1 kali seri dan 4 kali kalah. Banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini seperti kelelahan akibat kompetisi panjang dengan jarak pertandingan yang singkat.
Belum lagi para pemain kangen dengan suasana keluarganya di Bali. Bahkan, di kolom komentar akun Instagram Perseden Denpasar banyak yang menduga Perseden sengaja memberi kemenangan kepada tim yang akan degradasi pada musim ini. Tentunya hal ini wajar mengingat pada putaran pertama dan kedua mereka bermain penuh semangat untuk meraih kemenangan.
3. Perseden Gagal lolos ke perempat final

Kekalahan empat kali beruntun yang dialami Perseden membuatnya harus rela turun ke posisi keempat dengan jumlah poin 22, sekaligus gagal melaju ke babak perempat final. Beruntung, Perseden Denpasar masih bertahan di Liga Nusantara. Sebagai pendatang baru di Liga Nusantara 2025/2026, hasil ini tentu tidak terlalu buruk.
Sesuai regulasi Liga Nusantara, dua tim teratas akan masuk ke babak delapan besar. Sedangkan, tim terbawah akan langsung degradasi. Peringkat ke-5 akan melakukan babak playoff untuk menentukan siapa yang akan degradasi.
Persekabpas Pasuruan dan Persiba Bantul menguasai puncak klasemen Grup D dengan masing-masing poin adalah 26 dan 23. Gresik United FC berhasil naik ke posisi tiga setelah mengalahkan Perseden. Waanal Brothers menjadi juru kunci Grup D sekaligus harus degradasi pada Liga musim ini. Sedangkan Persebata Lembata yang berada di posisi kelima Grup D akan menjalani babak playoff.
Walaupun belum berhasil lolos ke babak perempat final, para pemain Perseden Denpasar patut mendapatkan apresiasi tinggi. Dengan label tim pendatang baru, Laskar Catur Muka mampu memberi kejutan di Grup D Liga Nusantara 2025/2026. Perjalanan di musim ini bisa menjadi dasar evaluasi untuk menghadapi musim berikutnya. Selain itu, kekuatan finansial bisa menjadi perhatian yang lebih serius agar siap menghadapi fase grup hingga lolos ke Liga 2. Tetap semangat Laskar Catur Muka!


















