Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rekor Bali United, Enam Laga Berturut Nihil Kemenangan

Rekor Bali United, Enam Laga Berturut Nihil Kemenangan
Ekspresi pelatih Bali United Johnny Jansen (kiri) setelah gagal membawa Bali United meraih kemenangan di kandang. (Instagram.com/baliunitedfc)
Intinya Sih
5W1H
  • Bali United kembali gagal menang setelah enam laga tanpa kemenangan, hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara di pekan ke-23 Super League 2025/2026.
  • Absennya Joao Ferrari membuat pelatih Johnny Jansen mengubah formasi tiga bek tengah, namun lini belakang tetap kesulitan menghadapi serangan udara lawan.
  • Laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta berlangsung tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI, sementara hasil seri menahan Bali United di posisi ke-11 klasemen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Entah ada masalah apa dengan tim kebanggaan masyarakat Bali, Bali United. Enam laga berturut-turut di putaran kedua Super League 2025/2026, Serdadu Tridatu nihil kemenangan.

Pada pekan ke-23, Bali United harus berbagi poin dengan Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu malam. 28 Februari 2026. Seperti apa permainan tim asuhan Johnny Jansen ini?

1. Perubahan line up karena absennya Joao Ferrari

Ricky Fajrin (merah) saat berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara (putih).
Ricky Fajrin (merah) saat berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)

Joao Ferrari harus absen saat menghadapi Persijap Jepara karena hukuman kartu merah. Pada laga menghadapi PSIM Yogyakarta, Joao Ferrari melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSIM sehingga berujung kartu merah. Hilangnya bek tengah asal Brasil ini memaksa coach Johnny Jansen mengubah line up bek Bali United.

Pelatih asal Belanda ini memasang tiga bek tengah yaitu Bagas Adi, Kadek Arel, dan Ricky Fajrin. Walaupun sebagai bek tengah, Ricky Fajrin mendapat keleluasaan untuk maju membantu serangan. Ia kerap melakukan serangan dari sisi kiri yang dibantu oleh Thijmen Goppel.

Tidak adanya bek asing di lini belakang Bali United membuat mereka kesulitan saat menghadapi bola-bola atas. Beberapa kali umpan silang Franca yang disambut sundulan Borja Herrera membahayakan gawang Bali United yang dijaga Mike Hauptmeijer. Beruntung, kiper asal Belanda ini mampu mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Setelah lama tidak mendapatkan menit bermain, Bagas Adi kembali mendapatkan kepercayaan Johnny Jansen sebagai starter. Ia menjawab kepercayaan yang telah diberikan dengan bermain taktis. Beberapa kali ia mampu memotong dan mengantisipasi serangan lawan.

2. Bali United bermain lambat pada babak pertama

Irfan Jaya (merah) saat berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara (putih)
Irfan Jaya (merah) saat berusaha melewati hadangan pemain Persijap Jepara (putih). (Instagram.com/baliunitedfc)

Entah taktik apa yang dijalankan Johnny Jansen di babak pertama, Serdadu Tridatu terlihat bermain lambat. Serangan cepat dari kaki ke kaki melalui sektor sayap hampir tidak terlihat. Justru, Boris Kopitovic dan kawan-kawan lebih sering kehilangan bola dan peluang karena bermain dengan bola-bola panjang.

Pemain Bali United sedikit kewalahan menghadapi permainan terbuka dari tim tamu. Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengandalkan serangan-serangan cepat melalui Franca dan Borja Herrera. Hal ini membuat Persijap mendominasi permainan pada babak pertama.

Pada babak kedua, Bali United bermain lebih agresif. Kondisi ini membuat permainan Bali United lebih hidup dan mendapatkan banyak peluang. Opsi menyerang menjadi pilihan Johnny Jansen dengan memasukkan Jens Raven, Diego Campos, dan M Rahmat. Sayangnya, serangan intens ini belum mampu menciptakan gol hingga pertandingan berakhir.

3. Serdadu Tridatu bermain di kandang tapi tanpa Semeton Dewata

Ekspresi Jens Raven (kanan) saat setelah gagal mencetak gol
Ekspresi Jens Raven (kanan) saat setelah gagal mencetak gol. (Instagram.com/baliunitedfc)

Walaupun bermain di kandang, namun suasana Stadion Kapten I Wayan Dipta yang menjadi kandang Bali United terasa berbeda. Tidak ada teriakan dan nyanyian dari Semeton Dewata. Pasalnya, Bali United mendapatkan hukuman keras dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, yaitu dua kali bermain di kandang tanpa penonton serta denda Rp380 juta.

Hal ini terjadi karena insiden yang dilakukan Semeton Dewata saat Bali United menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (15/2/2026) lalu. Ada insiden penyalaan flare, pelemparan kursi, penyalaan kembang api, hingga petasan di dalam stadion saat laga tersebut dimenangkan oleh Persija. Insiden ini sempat menghentikan jalannya pertandingan beberapa menit.

Insiden terjadi buntut kekecewaan pendukung Bali United terhadap performa tim kebanggaan mereka. Bali United saat itu mendapatkan hasil negatif yaitu tiga kali kalah berturut-turut.

Dengan hasil seri ini, Bali United harus puas berada di peringkat kesebelas klasemen sementara Super League 2025/2026. Sedangkan bagi Persijap Jepara, hasil imbang ini membawa tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini keluar dari Zona Degradasi setelah berminggu-minggu mendekam di zona ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Sport Bali

See More