Kekalahan Telak, Lini Belakang Bali United Semakin Bobrok

Setelah takluk dari Persik Kediri pada laga sebelumnya, Bali United kembali meraih hasil negatif di pekan ke-20 Super League 2025/2026. Serdadu kalah telak 1-3 dari Bajul Ijo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Kekalahan ini membuat tim asuhan Johnny Jansen gagal balas dendam dari kekalahan 2-5 pada putaran pertama lalu. Seperti apa fakta-fakta laga antara Bali United dan Persebaya Surabaya?
1. Kekalahan telak semakin memperlihatkan bobroknya lini belakang Bali United

Bukannya melakukan evaluasi atas dua hasil minor pada putaran kedua, Ricky Fajrin dan kawan-kawan seperti mengulang kesalahan yang sama. Lini belakang yang sebelumnya menjadi sorotan masih belum mampu berbenah. Pasalnya, Bali United harus kebobolan tiga gol saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Pada laga ini, Johnny Jansen memasang tiga bek yaitu Kadek Arel, Joao Ferrari, dan Ricky Fajrin. Formasi yang berbeda dari sebelumnya yang mana biasanya Bali United menggunakan bua bek tengah dan dua bek sayap. Tentunya formasi baru ini untuk meredam kecepatan pemain Persebaya Surabaya.
Sayangnya, pemain belakang Bali United kurang memiliki pertahanan yang rapat. Mereka kerap lengah dalam melakukan penjagaan pemain sehingga pemain Persebaya dengan mudah melakukan tembakan ke arah gawang yang dijaga Mike Hauptmeijer. Seperti gol pertama Persebaya yang dicetak oleh Mihailo Perovic pada menit ke-26. Ia berdiri bebas saat mendapatkan bola muntah sehingga dengan mudah melepaskan tembakan untuk membobol gawang Bali United.
Gol kedua dari Alfan Suaib pada menit ke-69 tidak jauh berbeda. Berawal dari serangan balik cepat yang dilakukan Francisco Rivera, para pemain Bali United tak satu pun yang mengawal keberadaan Alfan Suaib. Ia dengan mudah mencocor bola masuk ke gawang Mike setelah menerima umpan dari Rivera.
Kelengahan barisan belakang Bali United kembali terjadi pada menit ke-73. Pergerakan tanpa bola dari Risto Mitrevski luput dari pengawasan Joao Ferrari dan kawan-kawan. Ia berhasil mencatatkan gol ketiga Bali United usai mendapatkan umpan datar dari rekannya.
Pemain belakang Bali United tidak disiplin menjaga garis pertahanannya. Kadek Arel yang pada pertandingan sebelumnya beberapa kali melakukan kesalahan seperti tidak berubah pada laga ini. Ia terlihat sering maju membantu serangan padahal di area tersebut sudah ada Tim Receveur dan Teppei Yachida. Kadek sering terlambat kembali ke posisinya di barisan belakang dan rekannya juga tidak menutup posisi yang ditinggalkan Kadek. Jika Jansen bisa membuat lini belakang lebih disiplin tentunya akan lebih susah ditembus lawan.
2. Jansen kembali mencoba-coba taktik dan skema permainan

Entah ini sebagai variasi taktik agar tidak mudah dibaca pemain lawan, Jansen kembali menggunakan skema permainan yang berbeda dengan sebelumnya. Kali ini pelatih asal Belanda ini menggunakan pola 3-4-3. Jansen menempatkan tiga bek yaitu Joao Ferarri, Kadek Arel, dan Ricky Farin.
Di lini tengah, ia menarik Yusuf Meilana dan Rahmat Arjuna yang berada di posisi sayap untuk lebih ke depan membantu serangan. Tim Receveur menjadi pengatur serangan, sedangkan Yachida menjadi gelandang serang. Jansen memasang tiga penyerang di depan yaitu Thijmen Goppel, Mirza Mustafic, dan Boris Kopitovic. Menariknya, Mirza menjadi target man sebagai penyerang tengah dan menggeser Boris ke sektor sayap.
Perubahan skema dan pola permainan ini justru terlihat membuat permainan tidak menarik ditonton. Beberapa kali pemain Bali United terlihat salah komunikasi dan salah passing, sehingga membuat serangan sering kali kandas sebelum memasuki area pertahanan. Peran Rahmat Arjuna yang biasanya cukup vital melakukan serangan di sektor sayap justru kurang terlihat saat menghadapi Persebaya. Rahmat ditarik sedikit mundur dari posisi yang biasa ia mainkan.
Memasuki babak kedua, Bali United melakukan pergantian pemain. Johnny Jansen memasukkan banyak pemain dengan tipe penyerang untuk mengejar ketinggalan. Sayangnya, hal ini justru membuat permainan Bali United tidak berpola dengan baik. Beruntung, Jordy Bruijn berhasil memecah kebuntuan Serdadu Tridatu pada menit ke-88.
3. Teppei Yachida pintar membuka ruang, Diego Campos cukup menjanjikan

Pemain anyar asal Jepang, Teppi Yachida, dalam tiga laga terlihat mampu bermain dengan baik. Ia merupakan tipikal pemain yang pintar membuka ruang dan mencari posisi. Selain itu, ia memiliki passing atau umpan yang cukup akurat
Yachida terlihat jarang mendapatkan bola dari rekan-rekannya. Saat ia berhasil membuka ruang maupun berdiri dalam posisi bebas, pemain Bali United lainnya tidak langsung mengumpan kepadanya. Hal ini membuat ia sering kehilangan momen untuk mencetak gol.
Pemain anyar lainnya, Diego Campos, terlihat cukup menjanjikan. Skill individu dan kecepatan larinya mampu mengisi sisi sayap yang cukup merepotkan barisan pertahanan lawan. Dibandingkan Thijmen Goppel, dirinya terlihat lebih ngotot saat bermain. Sayangnya, mantan pemain Timnas Kosta Rika ini belum pernah mendapatkan kesempatan sebagai starter.
4. Bali United bermain kurang ngotot

Saat laga menghadapi Persebaya, para pemain Serdadu Tridatu seperti bermain tidak dengan semangat puputan. Kurang ngotot dan mudah kehilangan bola membuat permainan Bali United kurang menarik ditonton, padahal lawan yang dihadapi sekelas Persebaya Surabaya. Saat kehilangan bola, pemain tidak berusaha untuk kembali merebut bola tersebut.
Apakah tipikal permainan ala Eropa tidak cocok dimainkan di Bali United? Jika melihat pemain-pemain asing dari Amerika Latin dan Afrika terutama yang dimiliki Persebaya, mereka terlihat bermain lebih ngotot. Saat kehilangan bola, mereka kembali berusaha merebut bola tersebut sehingga mampu mengganggu konsentrasi lawan saat akan melakukan serangan maupun passing.
Bali United dalam pertandingan selanjutnya akan menghadapi tim papan atas, Persija Jakarta, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (15/2/2026). Jika skema permainan tidak berubah seperti saat menghadapi Persebaya, bukan mustahil Serdadu Tridatu bisa kembali kehilangan poin. Sudah sepatutnya Johnny Jansen tidak lagi mencoba-coba skema dan strategi yang akan digunakan jika ingin Bali United kembali ke jalur kemenangan.


















