Mengupas Lini Serang Bali United, Perlu Tambah Penyerang?

Lini serang menjadi ujung tombak tim untuk mencetak gol kemenangan. Begitu halnya dengan Bali United, tim kebanggaan masyarakat Bali ini belum mendapatkan juru gedor haus gol seperti musim-musim sebelumnya.
Statistik gol yang berhasil diciptakan hingga putaran pertama bisa dikatakan masih di bawah pencapaian musim lalu. Seperti apa lini serang Bali United pada putaran pertama Super League 2025/2026 ini?
1. Produktivitas gol Bali United di putaran pertama Super League 2025/2026

Pada Liga 1 2024/2025, Bali United mencatatkan jumlah gol sebanyak 50 gol. Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Serdadu Tridatu baru mencetak 22 gol. Belum ada setengah dari total pencapaian musim lalu.
Jika melihat statistik ini, produktivitas Bali United masih belum ada kemajuan berarti, bahkan cenderung menurun. Padahal, di awal putaran pertama produktivitas Bali United cukup menjanjikan. Dalam tiga pertandingan pertama tim asuhan Johnny Jansen ini telah mencetak enam gol.
2. Skema serangan Bali United mudah terbaca

Tiga pertandingan awal, Bali United mampu mencetak gol dengan mengandalkan serangan cepat dari sayap melalui kaki Thijmen Goppel. Goppel dengan mudah menguasai bola dan melewati pemain bertahan sehingga bisa memberikan umpan ke pemain lainnya yang berada di daerah pertahanan lawan. Sayangnya, skema ini tidak bisa berlanjut dalam pertandingan berikutnya.
Lawan dengan mudah membaca skema serangan melalui sisi sayap ini. Goppel sering mendapatkan pengawalan ketat sehingga menyulitkan pemain berdarah Belanda ini untuk melakukan tusukan dari sisi sayap. Selain itu, staminanya cepat terkuras di babak kedua karena serangan selalu bertumpu pada dirinya yang memaksa untuk berlari cepat.
Serangan dari sisi sayap lainnya yaitu melalui Irfan Jaya masih kurang maksimal. Irfan masih terlalu sering terlihat mengedepankan egonya untuk mencetak gol. Hal ini membuat beberapa peluang emas tidak bisa dikonversi menjadi gol.
3. Boris kurang produktif, kurang berkualitas atau kurang beruntung?

Boris Kopitovic masih menjadi ujung tombak Bali United untuk mencetak gol. Sayangnya, penyerang tengah ini masih belum menunjukkan tajinya sebagai mesin pencetak gol Bali United. Ia tercatat baru mampu mencetak empat gol, dua di antaranya melalui titik penalti.
Apakah itu artinya Boris kurang berkualitas atau kurang beruntung? Jika melihat kualitas, pemain asal Montenegro ini pastinya tidak perlu diragukan lagi. Mantan top skor Liga Singapura ini memiliki tubuh yang ideal sebagai penyerang, kuat, gesit, dan larinya cepat. Karena hal ini, ia selalu mendapat pengawalan ketat pemain lawan. Gerakan tanpa bola Boris cukup efektif memberikan ruang kepada rekannya untuk masuk ke daerah pertahanan lawan.
Pada putaran pertama ini, selain karena mendapat pengawalan ketat, Boris juga terlihat kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Beberapa kali gagal memanfaatkan peluang emas untuk menambah koleksi golnya. Seharusnya ia mampu mencatatkan koleksi gol yang jauh lebih baik lagi di putaran pertama ini.
Melempemnya Boris membuat para pendukung Bali United meminta pelatih Johnny Jansen untuk mencoba opsi memainkan penyerang muda Bali United, Jens Raven. Namun, pemain Garuda Muda ini masih belum padu untuk menjalankan strategi dari coach Johnny. Saat bermain, ia masih sering salah melakukan passing. Gerakan tanpa bolanya tidak sebaik Boris. Begitu juga dengan kekuatan dan kecepatan larinya masih di bawah Boris. Oleh karena itu, Boris masih menjadi opsi utama menjadi starter, sedangkan Jens menjadi pengganti Boris.
Idealnya, Bali United bisa menambah opsi satu pemain asing di lini depan. Pemain baru ini bisa menjadi opsi saat penyerang yang dimainkan mengalami kebuntuan dalam mencetak gol. Sosok pemain baru ini sebaiknya memiliki tinggi yang ideal untuk bola-bola atas, skill individu yang baik, serta didukung dengan kecepatan lari.
4. Beruntung memiliki lini tengah berkualitas

Melempemnya Boris tidak membuat serangan Bali United buntu. Bali United sangat beruntung memiliki pemain tengah yang berkualitas seperti Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, serta Kadek Agung yang aktif membantu serangan. Mereka kini menjadi ujung tombak saat Boris mendapat pengawalan ketat.
Jordy Bruijn dengan permainan impresifnya mampu membongkar area pertahanan lawan. Begitu juga Mirza dengan kecepatannya mampu bertukar posisi untuk mengisi posisi sayap. Nama Kadek Agung cukup bersinar pada putaran pertama ini. Tak jarang, ia mampu menggantikan peran penyerang untuk mencetak gol. Pergerakan tanpa bola Kadek cukup bagus, yang mana ia mampu mencari posisi kosong untuk melakukan serangan.
Lini tengah Bali United terbilang cukup produktif. Jordy Bruijn telah mengoleksi 1 gol, Mirza 4 gol, dan Kadek 3 gol. Produktifnya lini tengah juga terjadi karena adanya perubahan strategi yang dilakukan Johnny Jansen. Serangan kini tak selalu bertumpu pada pemain sayap, melainkan mengalir dari sektor tengah melalui Tim Receveur. Kombinasi serangan ini cukup efektif dan membuat permainan Bali United lebih enak ditonton.
Pada putaran kedua nanti, para penyerang Bali United seharusnya bisa menunjukkan performa yang lebih baik lagi. Walaupun didukung pemain tengah yang produktif, namun Semeton Dewata tetap saja berharap para penyerang tim kebanggaan mereka produktif mencetak gol. Menarik untuk menunggu aksi-aksi terbaik lini depan Bali United untuk membantu Serdadu Tridatu meraih kemenangan.

















