Bali United Harus Mempertahankan Tren Positif Lawan PSM Makassar

Bali United akhirnya berhasil meraih kemenangan di kandang setelah mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0. Laga pekan ke-16 tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Minggu (4/1/2026).
Gol semata wayang Serdadu Tridatu dicetak oleh pemain tengah, Kadek Agung, pada menit ke-49. Kemenangan ini membawa Bali United bertahan di papan tengah bersaing bersama Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, dan Persebaya Surabaya.
1. Kekuatan kedua tim berimbang

Dari segi pemain, kualitas pemain Bali United sebenarnya masih di atas Arema FC. Namun, tim asuhan Johnny Jansen ini masih belum bermain dalam performa terbaiknya. Saat menghadapi Arema FC, kedua tim terlihat berimbang dari segi kualitas pemain.
Sejak menit awal, Tim Receveur dan kawan-kawan langsung bermain agresif mengepung area pertahanan Arema FC yang digalang Luiz Gustavo. Ketatnya penjagaan membuat pemain depan Bali United kesulitan masuk ke area pertahanan lawan. Beberapa kali, bek Arema FC mampu mematahkan serangan dari sektor sayap yang dilakukan oleh Rahmat Arjuna.
Arema FC lebih sering memanfaatkan serangan balik cepat untuk menciptakan peluang. Berkali-kali skema ini berhasil membahayakan gawang Bali United yang dijaga oleh Mike Hauptmeijer. Beruntung, kiper asal Belanda ini mampu menjaga gawangnya dari kebobolan.
2. Mandulnya Boris membawa berkah bagi pemain tengah

Boris Kopitovic saat ini menjadi sorotan pendukung Bali United. Pasalnya, penyerang asal Montenegro ini minim menghasilkan gol bagi Serdadu Tridatu. Boris baru mencetak empat gol hingga pekan ke-16. Dua di antaranya dicetak melalui titik penalti.
Boris dikenal sebagai pemain berbahaya karena memiliki tubuh yang kuat dan ditunjang dengan kecepatan larinya. Hal ini membuat dirinya Boris selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pemain lawan dalam setiap laganya. Hal ini tentunya membawa berkah bagi pemain lain, khususnya pemain tengah Bali United. Mereka mudah masuk ke daerah pertahanan lawan dengan bebas. Beberapa gol Bali United diciptakan dari pemain tengah maupun pemain bertahan.
Seperti halnya saat menghadapi Arema FC. Saat Thijmen Goppel melakukan umpan dari sisi sayap, Kadek Agung dengan leluasa menyundul bola untuk mengubah skor menjadi 1-0. Pemain bertahan Arema FC fokus menjaga Boris, sehingga lupa untuk mengawasi pergerakan pemain lainnya.
3. Bali United belum terkalahkan dan tanpa kebobolan dalam lima pertandingan

Kemenangan atas Arema FC menambah panjang rekor tak terkalahkan tim kebanggaan masyarakat Bali. Tercatat, Bali United tak terkalahkan dalam lima pertandingan berturut-turut. Ricky Fajrin dan kawan-kawan meraih tiga kali menang dan dua kali seri. Sayangnya, Bali United gagal menyapu bersih kemenangan di kandang. Dari tiga laga kandang, hanya satu kali menang saat menghadapi Arema FC.
Di sisi lain, ketangguhan lini belakang Bali United patut dipuji, terutama sang kiper, Mike Hauptmeijer. Selain tak terkalahkan, Bali United juga mencatatkan rekor lima kali cleansheet berturut-turut. Tentu ini menjadi catatan terbaik Bali United selama putaran pertama Super League 2025/2026.
4. Dipimpin wasit asal Jepang

Ada yang menarik saat laga antara Bali United kontra Arema FC. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto. Ini laga kedua Bali United dipimpin oleh Yamamoto. Laga sebelumnya saat Serdadu Tridatu berhadapan dengan Persebaya Surabaya.
Menariknya, saat pertandingan dipimpin oleh wasit asing, para pemain kedua tim minim melakukan protes berlebihan kepada wasit. Berbeda halnya ketika wasit lokal yang memimpin. Selain itu, ketegasan Yamamoto sebagai pengadil di lapangan patut ditiru. Ia langsung menegur pemain yang terlihat mengulur-ngulur waktu. Yamamoto juga terlihat sangat perhatian dengan kondisi pemain saat terjadi insiden. Yamamoto langsung menanyakan kondisi pemain, dan memanggil tim medis setiap terjadi insiden yang cukup keras.
Bali United harus bisa mempertahankan tren positif di laga berikutnya menghadapi tuan rumah PSM Makassar, Jumat (9/1/2026). Kemenangan pada laga penutup putaran pertama Super League 2025/2026 ini dapat membantu Bali United bersaing di papan atas.


















