5 Fakta Satu Dekade Bali United Hadir di Pulau Dewata

Pada 15 Februari 2025, Bali United tepat satu dekade hadir di Pulau Dewata. Sepuluh tahun silam, manajemen Bali United mengakuisisi Persisam Putra Samarinda dan memindahkan home base ke Bali, tepatnya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar. Manajemen mengambil alih pengelolaan dan mengubah stadion ini menjadi satu di antara stadion terbaik di Indonesia saat ini.
Pasang surut menyertai perjalanan tim berjuluk Serdadu Tridatu. Seperti apa fakta-fakta 10 tahun Bali United menjadi kebanggaan masyarakat Bali ini?
1. Juara tanpa mahkota

Mengutip dari laman resmi Baliutd.com, Bali United hampir saja meraih juara untuk pertama kalinya pada Liga 1 2017. Saat itu, Ricky Fajrin dan kawan-kawan diasuh oleh pelatih Widodo Cahyono Putro. Bisa dikatakan, komposisi skuad Serdadu Tridatu pada saat itu termasuk yang terbaik.
Dikenal dengan Netherland Connection, Bali United diunggulkan menjadi calon juara Liga 1 2017. Mereka bersaing dengan klub Bhayangkara FC untuk meraih gelar juara. Sayangnya, Komisi Disiplin PSSI memutuskan memberikan tambahan poin untuk Bhayangkara FC. Keputusan ini otomatis membuat Bhayangkara menjadi juara Liga 1 2017. Bali United mendapatkan julukan juara tanpa mahkota saat itu.
"Semua pemain, ofisial, serta pelatih sedih terhadap hasil tersebut," sebut Ricky Fajrin yang dikutip dari Baliutd.com.
2. Bali United pernah memiliki striker haus gol, Comvalius

Untuk mempertajam lini depan, Bali United mendatangkan striker asal Belanda, Sylvano Comvalius, dari klub Stal Kamyanske pada 2017. Ia melengkapi Netherland connection saat itu yaitu Stefano Lilipaly, Nick van der Velden, dan Irfan Bachdim. Ini menjadi komposisi terbaik yang dimiliki oleh Serdadu Tridatu.
Tak heran, Sylvano Comvalius berhasil menjadi striker haus gol yang ditakuti kala itu. Ia mencatatkan jumlah gol fantastis dalam satu musim Liga 1 yaitu 37 gol. Raihan ini menjadikannya sebagai pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam semusim kompetisi sepak bola Tanah Air.
Hingga saat ini, belum ada yang mampu menyaingi raihan Comvalius ini. Ia berhasil memecahkan rekor, yang sebelumnya dipegang oleh Peri Sandria sejak 1995 dengan 34 gol. Comvalius hanya semusim bermain bersama Bali United. Ia memutuskan untuk hengkang ke Liga Thailand bersama klub Suphanburi FC.
3. Raih juara back to back di tangan Stefano Cugurra

Bali United mengalami pasang surut setelah 2017. Serdadu Tridatu harus puas berada di peringkat ke-11 saat Liga 1 2018 berakhir. Manajemen kemudian memutuskan untuk mendatangkan pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra. Pelatih asal Brasil ini secara perlahan mampu memberikan perubahan signifikan kepada Bali United.
Pelatih yang akrab disapa Teco ini sukses membawa Bali United mengangkat trofi juara pada Liga 1 2019. Mereka berhasil meraih 64 poin dari 19 kemenangan, 7 imbang, dan 8 kekalahan. Euforia juara ini harus terhenti karena adanya pandemik COVID-19.
Kompetisi sepak bola Tanah Air harus terhenti karena situasi ini. Pada 2021, kompetisi Liga 1 2021/2022 kembali bergulir dengan protokol kesehatan yang ketat. Kompetisi dijalankan secara terpusat di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.
Akhirnya, Bali United kembali mencatatkan sejarah sepak bola Indonesia. Serdadu Tridatu berhasil meraih gelar juara pada Liga 1 2021/2022. Raihan ini menjadikan Bali United sebagai klub pertama yang pernah meraih gelar back to back di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Tanah Air.
4. Ricky Fajrin dan Yabes Roni menjadi pemain yang masih bertahan selama satu dekade
Jika ada pemilihan pemain paling loyal di Bali United, Ricky Fajrin dan Yabes Roni layak menyandang gelar ini. Pasalnya, keduanya hingga saat ini masih memilih Serdadu Tridatu untuk tempat meniti karier profesionalnya. Baik Ricky maupun Yabes, sama-sama merupakan skuad awal Bali United saat masih dilatih oleh Indra Sjafri.
Ricky Fajrin merupakan pemain belakang, tepatnya sebagai bek kiri. Tak hanya menjaga area pertahanan, ia kerap membantu serangan dengan umpan-umpan silangnya, yang tak jarang membuahkan gol. Ia telah mencatatkan 227 pertandingan bersama Bali United dengan raihan 5 gol dan 20 assist.
Di sisi lain, Yabes Roni merupakan pemain daerah hasil rekrutan Indra Sjafri saat berkunjung ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia. Pemain kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bermain di posisi pemain sayap. Ia memiliki keunggulan kecepatan dan kelincahan, walau kadang bermain kurang sabar saat menguasai bola.
Teco saat ini mengubah posisi dari Yabes Roni menjadi pemain bertahan. Ia bermain sebagai bek kiri atau kanan, mirip dengan Ricky Fajrin. Selama berseragam Serdadu Tridatu, Yabes Roni telan bermain sebanyak 161 pertandingan dengan raihan 9 gol dan 12 assist.
5. Bali United menjelma menjadi klub modern di Indonesia
Dalam perjalanannya selama satu dekade di Bali, Bali United mampu bertransformasi menjadi klub profesional modern di Indonesia. Beberapa fasilitas dibangun untuk kenyamanan pemain maupun penggemarnya. Transformasi ini dimulai dari renovasi besar-besaran terhadap Stadion Kapten I Wayan Dipta yang menjadi home base klub asal Bali ini.
Selain membangun megastore yang menjual pernak-pernik klub, stadion ini dilengkapi oleh kafe yang memiliki pandangan langsung ke lapangan pertandingan. Kafe ini mulai beroperasi pada 2018. Sekilas, desain kafe dengan nama Bali United Cafe ini mirip dengan The Red Cafe di Old Trafford. Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi stadion pertama di Indonesia dengan fasilitas kafe seperti ini.
Untuk fasilitas pemain, tak tanggung-tanggun, manajemen Bali United membangun training centre di kawasan Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar. Tempat latihan bertaraf internasional ini termasuk tempat latihan klub terbaik di Indonesia. Selain memiliki fasilitas lengkap, tempat latihan ini berada di pinggir Pantai Purnama dengan pemandangan laut yang sangat menawan.
Satu dekade Bali United hadir di Bali tentu membawa cerita tersendiri, khususnya bagi Semeton Dewata. Permainan yang masih naik turun di Liga 1 2024/2025 tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para penggemar setia Bali United. Akankah Serdadu Tridatu bisa meraih tiga besar di musim ini sebagai kado satu dekade untuk Semeton Dewata?
















![[QUIZ] Olahraga Tradisional Bali Favorit, Kami Tebak Gaya Bertandingmu](https://image.idntimes.com/post/20250705/upload_2fe31657121e8f13cd897131c4ec5b07_076775d4-cd58-4291-b735-0be93010d89f_watermarked_idntimes-1.jpg)

