Comscore Tracker

[OPINI] Selamatkan Temanmu Ini dari Bunuh Diri

Melalui artikel ini, penulis ingin berbagi pengalaman

Sebenarnya ini termasuk kegelisahan saya dari lama, yaitu suicidal thoughts (Pikiran untuk bunuh diri) dan bunuh diri itu sendiri. Mungkin hampir semua orang di quarter life crisis punya pikiran serupa, namun kadarnya saja yang berbeda-beda.

Kampanye atau edukasi tentang kesehatan mental dan kesadaran bahaya bunuh diri gak akan bisa berkembang kalau stigma buruk tentang hal ini terus ada di tengah masyarakat. Stigma ini harus dihapus. Satu stigma buruk mengatakan orang depresi dan memiliki keinginan untuk bunuh diri itu jauh dari agama dan Tuhannya. Tidak, depresi bisa menyerang siapa saja. SIAPA SAJA!

Maka melalui artikel ini, penulis akan berbagi pengalaman. Semua sumber berasal dari buah pikiran penulis.

Baca Juga: [OPINI] Jadi Orang Bipolar di Masyarakat yang Memanggilku Gila

Tanda-tanda seseorang mempunyai pikiran mengakhiri Hidup

[OPINI] Selamatkan Temanmu Ini dari Bunuh Dirifoto ilustrasi (pexels.com/Andrew Neel)

Saya mau membahas beberapa tanda seseorang mempunyai pikiran untuk bunuh diri, berikut ini.

1. Merasa “terkurung” dan kesepian. Dia akan merasa terkurung oleh dirinya sendiri, oleh pikiran dan perasaannya sendiri. Dia merasa sendiri melewati semua itu, dia merasa sangat sepi di dalam kesehariannya. Sepi dalam artian tidak ada seorang pun yang bisa dia ajak bicara, tidak ada seorang pun yang memberi dia support. Tidak ada seorang pun yang membantunya melewati masa gelap itu.

2. Merasa tidak punya masa depan. Dia akan selalu berbicara bahwa dia tidak bisa melihat masa depan lagi di hidupnya. Serasa hidupnya benar-benar berhenti hanya sampai di saat itu.

3. Menarik diri dari lingkungan sosialnya. Dia akan merasa tidak berarti di lingkungan sosialnya karena tidak ada lagi yang mengerti dan memahaminya. Beberapa kasus menyedihkan bahkan orang-orang mulai menghakimi dia daripada menolong. Menyedihkan.

4. Melukai diri sendiri dan berbicara soal kematian. Ya, orang suicidal merasa dengan melukai diri sendiri, dia dapat mengurangi rasa pedih di dalam jiwanya. Mulai membicarakan bagaimana konsep kematian menurut dirinya, bagaimana cara mematikan untuk membunuh dirinya sendiri.

5. Membenci diri sendiri. Semakin dia merasa sendiri, semakin dia membenci dirinya sendiri. Hal itu terkait pemikirannya yang mendorong ke hal yang lebih buruk. Menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah terjadi terhadapnya selama ini.

Baca Juga: Jangan Menambah Beban, Beri Dukungan untuk Keluarga Korban Bunuh Diri 

Hal kecil yang mungkin bisa kita lakukan untuk membantu orang terdekat

[OPINI] Selamatkan Temanmu Ini dari Bunuh Dirifoto ilustrasi (unsplash.com/priscilladupreez)

Jika kalian melihat temanmu di media sosial atau kehidupan nyata mulai mengeluh tentang hidup dan persoalan atau masalahnya, dengarkan mereka. Berikan waktumu untuk mereka, berikan support, jadilah pendengar yang baik. Kadang kita gak sadar, perbuatan kecil kita mungkin bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Untuk menolong beberapa teman yang mempunyai suicidal thoughts, mungkin bisa melalui cara berikut.

1. Mempersiapkan diri sendiri. Siapkan dirimu untuk mendengar, tidak menghakimi, tidak berasumsi pribadi, apalagi membenci. Berempatilah. Ingat, kita bisa menyelamatkan nyawa seorang teman dengan mendengarkan keluh kesahnya dan ada saat dia membutuhkan seseorang untuk menemaninya.

2. Sebisa mungkin membuat dia merasa aman. Buat dia nyaman dan aman dengan kehadiranmu. Dengan membuat dia merasa aman, itu akan mengurangi sedikit beban dan pikiran untuk bunuh dirinya. Dia merasa bahwa ada seseorang yang masih mempedulikan tentang dirinya. Selalu awasi dia ketika kamu jauh, dan beri dia luang.

3. Motivasi dia untuk mendapatkan bantuan profesional (psikiater/psikolog). Bantu dia, bawa dia ke psikiater atau psikolog. Temani dia di masa-masa itu, jangan pernah tinggalkan dia atau bahkan mengabaikannya. Dia butuh seseorang, dan seseorang itu adalah dirimu teman.

Mencari pertolongan untuk kesehatan mental adalah tanda kekuatan

[OPINI] Selamatkan Temanmu Ini dari Bunuh DiriFoto hanya ilustrasi. (Pexels/Helena Lopes)

Untuk siapa pun yang lelah dengan kehidupannya dan memiliki kecenderungan terhadap pemikiran bunuh diri, tolong, carilah pertolongan. Hubungi teman terdekatmu, dan ceritalah. Jangan pernah biarkan dirimu melewati masa itu sendiri. Sampai kapan pun, percayalah, kalian tidak akan pernah sendiri. Ada aku dan teman-temanmu. Kita bisa berteman dan saling mendukung satu sama lain. Kalian tidak sendiri.

Tulisan ini saya buat karena saya pernah mengalami itu semua, saya pernah berada di posisi kelam itu. Jujur, beberapa kali saya masih memiliki perasaan dan pikiran-pikiran itu. Tapi beruntungnya saya memiliki para sahabat dan orang terdekat yang saat ini sudah mulai mengerti serta memahami pentingnya kesehatan mental.

Bagi kalian yang membutuhkan konseling online atau beberapa hal tentang kesehatan mental mungkin bisa coba kunjungi ini.

  • Into the Light: https://www.intothelightid.org/
  • Pijar Psikologi: https://pijarpsikologi.org/
  • Sehat Mental id: https://sehatmental.id/

Mari kita lawan stigma buruk di masyarakat bersama.

Hubungi layanan pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental untuk mendapatkan bantuan

[OPINI] Selamatkan Temanmu Ini dari Bunuh Diriilustrasi telepon (unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.

Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:

* RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
* RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
* RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
* RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
* RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

* Layanan pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental di Bali: 0811 3855 472 yang dapat dihubungi selama 24 jam

* Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

Muhammad Riduan Photo Community Writer Muhammad Riduan

Aku adalah Abu Yang Memendam Dendam.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya