Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Prototipe Alat Penerangan Bagi Nelayan Pencari Udang di Serangan

Teknologi
Inovasi battery pack untuk nelayan pencari udang di Serangan, Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya sih...
  • Beban alat penerangan mencapai 3 kilogram, membuat nelayan kelelahan dan berat
  • Inovasi battery pack lebih ringan 4 kali dibandingkan aki, membawa teknologi dekat ke masyarakat
  • Penerangan menjadi masalah utama bagi nelayan, membutuhkan inovasi teknologi yang bisa mengurangi beban saat melaut
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Masyarakat Banjar Dukuh, Desa Serangan yang bekerja sebagai nelayan kini terbantu dengan teknologi rakitan sederhana untuk mengganti fungsi penerangan. Dengan alat itu, nelayan bisa memiliki penerangan cukup saat mencari udang di malam hari.

Dengan prototipe alat penerangan tersebut, beban yang dibawa nelayan saat melaut akan berkurang. Alat tersebut sangat sederhana, terdiri dari helm, lampu dan daya pengganti aki (battery pack) yang lebih ringan.

Selain itu, energinya bisa bertahan selama 26 jam untuk sekali pengisian energi. Lama pengisiannya sendiri tidak jauh berbeda dengan kali.

"Para nelayan biasanya bikin sendiri pakai lampu sorot, pakai aki. Itu kan bahaya. Ini dengan ukuran lebih kecil tahan 26 jam," ungkap Technical Advisor Fab Lab, Eka Prawira.

1. Beban alat penerangan yang dibawa mencapai 3 kilogram

Teknologi
Inovasi battery pack untuk nelayan pencari udang di Serangan, Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)

Kepala Lingkungan, Wayan Suaka mengungkap, pengadaan lampu penerangan itu bekerja sama dengn CAST Foundation dan Fab Lab Bali. Para nelayan dibantu membuat alat yang biasanya digunakan untuk ke laut, alat yang lebih ringan. Alat penerangan terbaru itu memiliki bobot 4 kali lebih ringan dibanding aki biasa.

Biasanya, menurut Wayan, para nelayan menggendong aki untuk sumber alat penerangan mencari udang yang diperkirakan seberat 3 kilogram selama sekitar 6 jam. Beban yang dibawa berjalan juga bertambah dengan jumlah tangkapan. Kondisi tersebut membuat mereka kelelahan.

"Biasanya agak susah dan berat dibuat simple untuk fasilitas kami ke laut," terangnya.

2. Pelibatan warga dalam penerapan inovasi battery pack itu penting

ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)
ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)

Co-Founder dan Executive Director Fab Lab Bali, Tomas Diez mengatakan, Fab Lab Bali membuka akses teknologi yang biasanya hanya tersedia di level universitas dan membawanya dekat ke masyarakat. Pelibatan warga diyakini tidak hanya mempercepat pengembangan teknologi, tetapi juga memungkinkan masyarakat setempat menjadi pionir yang dapat membawa dan mengembangkan inovasi ini di masa depan.

"Teknologi ini tersedia di sini untuk mengangkat potensi di sini, dan keterlibatan aktif warga dari Banjar Dukuh dan Kampung Bugis sangat penting," ungkap Tomas.

3. Penerangan menjadi masalah utama bagi nelayan

Ilustrasi pantai dengan aktivitas nelayan. Pexels/Vũ Bụi
Ilustrasi pantai dengan aktivitas nelayan. Pexels/Vũ Bụi

Wayan Suaka menjelaskan, di daerahnya, masyarakat yang bekerja sebagai nelayan aktif jumlahnya lebih dominan, sekitar 60 persen. Mereka membutuhkan inovasi teknologi yang bisa mengurangi beban saat melaut.

"Kebanyakan nelayan, kami problem-nya adalah tentang teknologi saat melaut," ungkapnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us