7 Hari Nihil, Pencarian Nelayan Karangasem Dihentikan 

Nelayan dihimbau melapor jika menemukan keberadaan korban

Karangasem, IDNTimes- Upaya pencarian terhadap Dewa Gede Puja (53), nelayan asal Banjar Kelod, Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, yang hilang terseret ombak di Pantai Bugbug telah dihentikan. 

Setelah 7 hari pencarian, tim SAR gabungan tidak kunjung menemukan keberadaan korban.

Penyisiran perairan telah dilakukan dari menyisir lokasi hilanganya korban di pesisir Bugbug, hingga ke wilayah pesisir Jasri, Karangasem.

Meskipun pencarian dihentikan, tim SAR akan kembali melakukan upaya evakuasi jika ditemukan tanda-tanda ditemukannya korban.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Pura Uluwatu, Wisata Paling Ikonik di Bali

Baca Juga: Pemprov Bali Unggulkan Melukat, Pariwisata Spritual untuk Turis

1. Pencarian memasuki hari ke-7 namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban

7 Hari Nihil, Pencarian Nelayan Karangasem Dihentikan Basarnas Bali melakukan upaya pencarian terhadap nelayan di Karangasem.(Dok. IDN Times/Basarnas Bali)

Tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Karangasem, Pol Air, Bakamla, BPBD Karangasem, Bakamla, serta Balawista, dibantu nelayan sekitar telah melakukan upaya pencarian terhadap Dewa Gede Puja selama 7 hari. 

Namun hingga masa pencarian selama 7 hari, keberadaan korban tidak kunjung ditemukan. 

"Tim SAR telah melakukan upaya pencarian terhadap target (Dewa Gede Puja) secara maksimal. Namun hingga hari ke 7 belum ditemukan. Sesuai SOP, upaya pencarian kami tutup. Pencarian terakhir dilakukan, Sabtu (17/6/2023)," ujar Koordinator Pos SAR Kabupaten Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyana, Senin (19/6/2023).

Pencarian dilakukan selama 7 hari, dengan melakukan pencarian hingga menyisir sekitar Perairan Seraya, Tumbu, Jasri, Bugbug, Candidasa, Manggis, dan Padang Bai.

2. Proses pencarian dilanjutkan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban

7 Hari Nihil, Pencarian Nelayan Karangasem Dihentikan Basarnas Bali melakukan upaya pencarian terhadap nelayan di Karangasem.(Dok. IDN Times/Basarnas Bali)

Meskipun demikian, Tim SAR akan melanjutkan proses pencarian jika ada tanda-tanda ditemukannya korban.

Gusti Ngurah Eka Widnyana menghimbau masyarakat, misalnya para nelayan untuk melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Operasi SAR sudah resmi di tutup. Namun apabila ada tanda-tanda penemuan korban, Operasi SAR akan di buka kembali untuk membantu proses evakuasi," jelas Gusti Ngurah Eka Widnyana.

Pada saat pencarian terhadap Dewa Gede Puja memang mengalami beberapa kendala. Misalnya saja cuaca yang tidak bersahabat karena angin cukup kencang dan gelombang lumayan tinggi.Sehingga pencarian target di lapangan sedikit terkendala. 

3. Enam nelayan tersapu ombak, satu hilang

7 Hari Nihil, Pencarian Nelayan Karangasem Dihentikan Basarnas Bali melakukan upaya pencarian terhadap nelayan di Karangasem.(Dok. IDN Times/Basarnas Bali)

Diberitakan sebelumnya, tujuh orang nelayan yang hendak melaut di perairan Desa Bugbug, Kabupaten Karangsem, diterjang ombak tinggi, Minggu (11/6/2023) dini hari.

Kepala Seksi Operasi dan Siga Basarnas Bali, I Wayan Suwena, menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.20 Wita. Diketahui, enam orang selamat, sementara satu nelayan hilang.

Awalnya 7 nelayan hendak menurunkan perahunya untuk melaut. Tapi tiba-tiba ombak besar datang dan menerjang mereka. 

Setelah terjangan ombak besar, 7 nelayan itu terseret ke tengah laut. Tidak hanya itu perahu yang hendak digunakan untuk melaut juga ikut terseret arus. Enam nelayan di antaranya berhasil berenang sampai ke pesisir. Namun seorang lagi tidak kunjung kembali, hingga masih dinyatakan hilang sampai saat ini. 

Topik:

  • Silfa Humairah Utami

Berita Terkini Lainnya