Hari yang Tidak Baik untuk Pernikahan Bali

Pernikahan (pawiwahan) merupakan prosesi suci dalam perjalanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, segala sesuatunya wajib dipersiapkan dengan baik saat prosesi pernikahan, termasuk hari baik.
Khususnya di Bali, hari baik atau yang dikenal dengan dewasa ayu, pernikahan wajib ditentukan secara cermat berdasarkan perhitungan di Kalender (wariga) Bali. Hari pernikahan ini wajib menghindari hari yang kategorinya tidak baik. Apa saja? Berikut daftarnya!
1. Rangda Tiga

Dalam Wariga Bali, Rangda Tiga terdiri dari dua kata, yaitu rangda dan tiga. Rangda dapat dimaknai sebagai seorang janda atau duda. Rangda Tiga artinya tiga kali menjadi janda atau duda, dengan kata lain pernikahan akan selalu gagal.
Rangda Tiga dalam Wariga Bali ada beberapa wuku yang dianggap kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Yaitu Wariga, Warigadean, Pujut, Pahang, Menail, dan Prangbakat. Menentukan hari rangda tiga harus berhati-hati, hanya seseorang yang memiliki kemampuan untuk memahami Wariga Bali.
2. Uncal Balung

Uncal Balung merupakan masa dari Hari Raya Galungan sampai Buda Kliwon Pahang atau yang dikenal dengan Pegatwakan. Uncal Balung memiliki arti waktu melepas atau membuang tulang. Hal ini terkait dengan Sang Kala Tiga yang sedang diredam kekuatannya agar tidak mengganggu umat manusia.
Pada masa ini disebutkan bahwa terjadi energi kosmik yang tidak stabil, sehingga tidak baik untuk melakukan upacara Pitra Yadnya dan Manusia Yadnya. Energi tersebut dapat memengaruhi jalannya persembahyangan maupun orang yang melangsungkan upacara tersebut.
Pasangan yang melaksanakan pernikahan pada hari Uncal Balung dapat terjadi keretakan dalam hubungan rumah tangga. Hal ini karena dalam pernikahan, keduanya minim prinsip teguh laksana tulang.
3. Ingkel Wong

Ingkel dalam Wariga Bali memiliki makna pantangan atau hal-hal yang berhubungan dengan bahaya. Sedangkan wong berarti manusia. Ingkel Wong dapat dimaknai sebagai pantangan untuk manusia, dalam hal ini adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pekerjaan penting yang berkaitan dengan manusia.
Pekerjaan penting yang dimaksud adalah melakukan upacara Manusa Yadnya seperti pernikahan dan potong gigi. Ingkel Wong jatuh pada wuku-wuku tertentu seperti Sinta (Ala Dahat), Wariga (Brahmana Halang), Langkir (Satrya Halang), Tambir (Wesia Halang), dan Bala (Sudra Halang). Jika melanggar dipercaya akan menimbulkan hal negatif atau bencana bagi pengantin maupun keluarganya.
4. Was Penganten dan Panglong

Berikutnya adalah Was Penganten dan Panglong. Was Penganten datang dua kali dalam satu wuku. Beberapa hari yang termasuk dalam Was Penganten adalah Minggu Kliwon dan Jumat Pon wuku Tolu, Minggu Wage dan Sabtu Kliwon wuku Dungulan, Minggu Umanis dan Sabtu Pahing wuku Menail, serta Minggu Pon dan Sabtu Wage wuku Dukut.
Berikutnya ada Panglong. Panglong adalah hari sesudah Purnama hingga Tilem. Panglong dianggap kurang baik karena kekuatan suci bulan dianggap meredup hingga Tilem. Ini dianggap kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Sebaliknya, hari yang baik adalah Penanggal. Penanggal adalah hari setelah Tilem sampai Purnama, yang mana kekuatan suci bertambah besar hingga puncak Purnama.
Jika sedang memilih hari pernikahan, kamu harus memperhatikan daftar hari yang tidak baik untuk pernikahan di atas. Selain itu, kamu wajib berkonsultasi dengan seseorang yang mengetahui dewasa ayu (hari baik) dalam Wariga Bali. Hal ini perlu dilakukan agar tidak salah memilih hari baik untuk pernikahan.

















