Meresahkan, Anjing dengan Ganas Serang 14 Warga di Bangli

Penanganan rabies harus segera digencarkan di Bali

Bangli, IDNTimes - Seekor anjing secara ganas menyerang warga di Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Atas kejadian itu, 14 orang warga setempat dilaporkan menjadi korban serangan anjing hingga mereka pun menyambangi fasilitas kesehatan setempat. 

Perilaku agresif dari anjing dengan bulu putih ini diduga kuat terinfeksi virus rabies. Hingga pihak berwenang pun terpaksa mengeliminasi anjing ini dan mengambil sampel otaknya guna diuji laboratorium veteriner di Denpasar.

1. Anjing tiba-tiba menyerang dengan ganas, termasuk menyerang balita berusia 3,5 tahun

Meresahkan, Anjing dengan Ganas Serang 14 Warga di Bangliilustrasi gigitan anjing (unsplash.com/@jwwhitt)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr I Nyoman Arsana mengatakan, anjing ganas tersebut dilaporkan menyerang empat warga pada Minggu 18 Juni 2023 lalu. Salah seorang di antaranya korban adalah balita berusia 3,5 tahun. 

"Satu korban dirujuk ke RSU Bangli, karena lukanya cukup lebar dan dalam," ujarnya, Selasa (21/6/2023).

Selepas menyerang 4 korban, Arsana mengungkapkan, anjing ini kembali menyerang 10 warga lainnya pada Senin 19 Juni 2023. Hal ini membuat warga resah di mana total korban sudah sebanyak 14 warga di Desa Batur Selatan.

"Awalnya kami dapat info ada 21 warga yang diserang anjing itu. Tapi yang mengalami luka 18 orang. Setelah kami telusuri lagi, yang digigit anjing itu ada 14 orang. Sementara 4 orang lainnya, luka karena terjatuh saat dikejar anjing tersebut," jelasnya. 

Ia mengatakan semua pasien yang mengalami luka sudah mendapatkan perawatan di faskes. Sementara yang tergigit langsung diberikan VAR (vaksin anti rabies).

Baca Juga: Jalan Ambrol di Bangli Menelan 3 Korban, Ditemukan di Reruntuhan

2. Anjing itu langsung diburu dan dieliminasi untuk uji laboratorium

Meresahkan, Anjing dengan Ganas Serang 14 Warga di BangliAparat dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli langsung turun ke lokasi Desa Batur Selatan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Mendapatkan informasi anjing menyerang warga di Desa Batur Selatan, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli langsung turun ke lokasi Desa Batur Selatan.

Anjing tersebut sudah dibunuh warga, lalu petugas mengambil sampel otak anjing itu untuk dilakukan uji laboratorium veteriner di Denpasar. Untuk mengetahui apakah anjing itu positif rabies atau tidak.

"Kami juga langsung lakukan vaksinasi rabies untuk anjing di desa setempat," terang Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.

Hingga bulan Juni 2023 ini, kasus anjing positif rabies itu menambah jumlah kasus tahun ini. Berdasarkan data terakhir, di Kabupaten Bangli sudah ditemukan 37 kasus rabies pada anjing.

3. Kabupaten Klungkung, segera dibentuk Perbup tentang penanggulangan rabies

Meresahkan, Anjing dengan Ganas Serang 14 Warga di BangliRapat koordinasi anggota DPRD Klungkung dengan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Klungkung membahas percepatan penanganan rabies. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Tidak hanya di Bangli, rabies juga menjadi atensi di Kabupaten Klungkung pascakorban bocah berusia 6 tahun asal Desa Tegak meninggal diduga kasus rabies. Pemkab Klungkung pun mulai melakukan upaya percepatan penanganan rabies.

Pertama, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta telah mengubah SOP (standar operasional prosedur) pemberian vaksin pada korban gigitan. Tidak lagi harus menunggu observasi jika yang menggigit merupakan anjing peliharaan.

Namun setiap gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya di Klungkung, wajib mendapatkan VAR (vaksin anti rabies).

Kadis Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengatakan, Pemkab Klungkung saat ini tengah merancang Perbup tentang pencegahan dan penanggulangan rabies. Aturan daerah ini nantinya akan diperkuat dalam bentuk pengesahan Keputusan Bupati Klungkung.

"Peraturan ini nantinya mengatur tentang pencegahan rabies, pengawasan pemeliharaan hewan penular rabies serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penanggulangan rabies," ujarnya.

Baca Juga: Kunker ke Bangli, 2 Oknum Dewan Buleleng Nyaris Adu Jotos

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya