Karangasem Diguncang 108 Kali Gempa, Warga Diimbau Tetap Tenang 

Penyebab gempa bukan karena aktivitas vulkanik Gunung Agung

Karangasem, IDN Times- Kabupaten Karangasem masih diguncang gempa beruntun. Hingga Sabtu (17/12/2022), Karangasem sudah diguncang 108 gempa bumi. Gempa bersumber di laut berjarak 20 kilometer di timur laut Karangasem dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Berdasarkan siaran pers resmi BMKG yang diterima IDN Times Bali, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar geser (strike slip fault)

Baca Juga: 62 Kali Gempa Susulan Karangasem Tak Pengaruhi Gunung Agung

1. Jumlah gempa susulan menunjukan tren penurunan

Karangasem Diguncang 108 Kali Gempa, Warga Diimbau Tetap Tenang Warga di Karangasem panik saat terjadi gemp beruntun, Selasa (13/12/2022) lalu.(Dok. IDN Times/Istimewa )

BMKG memperbarui data gempa bumi Karangasem. Hingga Sabtu (17/12/2022), pukul 07.00 Wita, telah terjadi 108 gempa susulan sejak gempa pertama yang dirasakan pada Selasa (13/12/2022) lalu. Dari jumlah itu, tercatat gempa bumi dirasakan sebanyak 12 kali.

"Kepada Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," ujar Kepala Balai Besar MKG (Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho.

Dari data gempa dalam 4 hari belakangan, jumlah gempa susulan menunjukan tren penurunan. Pada hari pertama (13/12/2022) tercatat terjadi 59 kali gempa bumi, hari kedua (14/12/2022) terjadi 35 kali gempa bumi, hari ketiga (15/12/2022) telah terjadi 18 kali gempa, dan pada Kamis (16/12/2022) tercatat 7 kali gempa susulan.

2. Gempa Karangasem sebabkan 184 bangunan rusak, dengan estimasi kerugian sekitar Rp1,1 miliar

Karangasem Diguncang 108 Kali Gempa, Warga Diimbau Tetap Tenang Kerusakan rumah warga dampak gempa Karangasem. (Dok. IDN Times/Istimewa )

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, gempa yang terjadi sejak Selasa (13/12/2022) telah menyebabkan kerusakan 184 bangunan. Wilayah terdampak tersebar di 8 kecamatan di Karangasem, dengan kerusakan terbanyak ditemukan di Kecamatan Kubu.

Dari jumlah itu, kerugian material dampak dari gempa bumi Karangasem diperkirakan sekitar Rp1,1 miliar.

"Ada juga 8 korban yang semuanya mengalami luka ringan," jelas Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Jumat (17/12/2022).

3. Gempa Karangasem tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung

Karangasem Diguncang 108 Kali Gempa, Warga Diimbau Tetap Tenang Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang dilihat dari perkampungan warga Desa Selat. (IDN Times/Irma Yudistirani)

BPBD Karangasem juga telah berkoordinasi dengan Pos Pengamat Gunung Api Agung. Dari hasil koordinasi itu, diketahui rentetan gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Karangasem sejak tanggal 13 Desember 2022 tidak berdampak langsung pada aktivitas Gunung Agung. Artinya, penyebab gempa bukan karena aktivitas vulkanik Gunung Agung.

"Berdasarkan data relevan, aktivitas Gunung Api Agung juga tidak melihatkan tanda-tanda peningkatan aktivitas," ujar Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa.

Ia berharap warga tetap tenang dan mengikuti informasi teraktual dari sumber-sumber informasi resmi.

Topik:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya