Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pura Besakih Terapkan Aturan Tanpa Plastik saat Ida Bhatara Turun Kabeh

Pura Besakih Terapkan Aturan Tanpa Plastik saat Ida Bhatara Turun Kabeh
Potret Pura Besakih, Bali (pexels.com/Efrain Apriwanto Rerung)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Desa Adat Besakih melarang penggunaan plastik sekali pakai selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2026.
  • Petugas akan melakukan pemeriksaan ketat di pintu masuk Pura Besakih dan meminta umat mengganti wadah plastik dengan bahan ramah lingkungan sebelum memasuki kawasan suci.
  • Pihak adat terus mengedukasi umat agar membiasakan budaya tanpa sampah serta mengimbau pedagang kaki lima tidak berjualan di area yang mengganggu jalannya persembahyangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Karangasem, IDN Times – Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih bakal berlangsung dengan aturan ketat, khususnya soal pengelolaan sampah. Desa Adat Besakih menegaskan, penggunaan plastik sekali pakai dilarang keras, bahkan hingga ke area utama mandala pura.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengatakan kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur tata tertib pemedek (umat Hindu yang bersembahyang) dan pengunjung selama karya berlangsung.

Ia menegaskan, umat yang tangkil atau bersembahyang diminta tidak membawa pembungkus berbahan plastik ke kawasan pura.

“Umat agar tidak menggunakan pembungkus plastik saat ke pura. Ini bagian dari upaya menjaga kesucian dan kebersihan kawasan Besakih,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang merupakan upacara besar tahunan di Pura Besakih akan berlangsung mulai 2 sampai 25 April 2026.

1. Pemeriksaan ketat di pintu masuk

Suasana di Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)
Suasana di Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)

Untuk memastikan aturan ini berjalan, petugas akan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik masuk, seperti area basement dan depan candi bentar.

Jika ditemukan pemedek membawa plastik, mereka akan diminta mengganti dengan wadah ramah lingkungan sebelum masuk ke kawasan suci.

Tak hanya itu, jika masih ada yang lolos membawa plastik hingga ke utama mandala, pemedek diwajibkan membawa kembali sampahnya ke rumah, bukan membuangnya ke area pura.

2. Dorong budaya tanpa sampah di Pura

Ilustrasi Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)

Menurut Widiartha, edukasi ini terus dilakukan setiap tahun agar umat terbiasa tidak meninggalkan sampah di kawasan pura.

Bahkan ke depan, pihak desa adat menargetkan area utama mandala bisa sepenuhnya bebas dari tempat sampah.

“Harapannya umat sudah terbiasa tidak meninggalkan sampah di pura. Jadi ke depan, utama mandala benar-benar tanpa tong sampah,” tegasnya.

3. PKL juga jadi sorotan

Ilustrasi pedagang di Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi pedagang di Pura Besakih. (IDN Times/Yuko Utami)

Selain sampah, Desa Adat Besakih juga menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap muncul saat karya berlangsung.

Meski sulit untuk melarang sepenuhnya, pihak adat terus mengimbau agar pedagang tidak berjualan di lokasi yang mengganggu jalannya persembahyangan.

“Besakih ini milik bersama. Kami hanya bisa mengimbau agar tidak berjualan di area yang mengganggu kenyamanan pemedek,” ungkap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More