Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trenggiling Langka Masuk Rumah Warga di Denpasar, Punya Siapa Ya?

Trenggiling Langka Masuk Rumah Warga di Denpasar, Punya Siapa Ya?
IDN Times/Imam Rosidin

Denpasar, IDN Times - I Ketut Gede Yasa Aryana bersama keluarganya dibuat kaget sat Sabtu (5/1) malam sekitar pukul 22.00 wita. Sebab seekor hewan langka Trenggiling tiba-tiba lari masuk ke rumahnya, Jalan Belimbing Gang D, Denpasar. Hewan nocturnal atau yang aktif saat malam tersebut lari ketakutan setelah digonggongi anjing.

1. Pemilik rumah baru tahu jika ini hewan yang dilindungi setelah baca di Google

Ilustrasi trenggiling (IDN Times/Imam Rosidin)
Ilustrasi trenggiling (IDN Times/Imam Rosidin)

Awalnya ia ragu dan kebingungan karena tak pernah mengetahui binatang semacam ini. Ia lalu mencari informasi di internet dan tahu bahwa binatang ini dilindungi. Mengingat sudah malam, ia lalu meletakkan hewan tersebut di kandang kucing.

"Pertama saya bingung, saya lihat ini seperti hewan tak pernah kelihatan. Setelah itu saya lihat di Google dan memang ini hewan dilindungi," katanya.

2. Sudah ditangani oleh pihak BKSDA

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Saat pagi hari (6/1), ia kemudian melaporkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Selang beberapa saat, pihak BKSDA mendatangi rumahnya dan akan diambil untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

"Setelah itu saya dihubungi pihak BKSDA dan langsung ke sini. Dia bilang besok (Senin) membawa surat-surat karena ini hewan langka. Tidak dibawa hari ini karena kantor sedang tutup," lanjutnya.

Ia menceritakan, saat didekati, binatang tersebut langsung menggulung untuk melindungi diri. Setelah itu ia memberanikan diri untuk membawanya dan diletaakan di kandang kucing.

3. Hewan yang dijual online

twitter.com/GatelyMark
twitter.com/GatelyMark

Ia menduga hewan tersebut bukanlah peliharaan warga yang terlepas. Namun milik penjual binatang langka. Sebab lokasi rumahnya tak jauh dari Pasar Hewan yang jaraknya sekitar 200 meteran.

"Hewan-hewan yang langka itu kenapa diburu karena kasihan. Dugaan sih dari Pasar Burung, karena kalau peliharaan sepertinya tidak mungkin," ucapnya.

Beberapa kali mampir ke pasar hewan tersebut, dirinya tak pernah menjumpai hewan-hewan langka seperti ini. Ia menduga binatang semacam ini disimpan di rumah dan dijual secara online.

"Kalau saya ke sana saya tak pernah lihat. Mungkin mereka jualnya tertutup atau lewat online saja," lanjutnya.

Ia berharap binatang langka ini dibiarkan bebas di alam liar dan dilestarikan agar tidak punah.

"Semoga dilestarikan untuk anak cucu kita. Kalau ini saya lepas nanti takutnya ditangkap orang yang tak peduli. Salah orang mungkin akan langsung dijual," jelasnya.

Senada dengan Yasa, petugas BKSDA, I Nyoman Alit Suardana, menduga,binatang tersebut lepas dari penjualnya. Kemungkinan besar binatang-binatang langka ini dijual secara online dan disimpan di tempat pemiliknya.

"Kami beberapa kali melakukan sidak dan sosialisasi di Pasar Burung dan tak menemui ada binatang langka. Ini mungkin disembunyikan di rumahnya jadi ini yang membuat kami kesulitan," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

[QUIZ] Uji Pengetahuan Tebak Makna Simbol Dewi Saraswati

04 Apr 2026, 18:50 WIBNews