- Kabupaten Klungkung: Balai Banjar Sarimerta Nomor TPS 9 Banjar Sarimerta, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan dengan jumlah DPT 235 pemilih
- Kabupaten Jembrana: SDN 2 Berangbang Nomor TPS 009 Banjar Berangbang, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, dengan jumlah DPT 278 pemilih
- Kabupaten Badung: Banjar Teba Nomor TPS 19, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, dengan 249 pemilih
- Kabupaten Tabanan: Balai Banjar Bajera Kelod Nomor TPS 001, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, dengan DPT 278 pemilih
- Kabupaten Karangasem: SDN 6 Bugbug NOmor TPS 33 Banjar Bugbug Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, dengan DPT 260 pemilih
- Kabupaten Buleleng: Balai Masyarakat KP Kajanan Nomor TPS 007 Banjar Lingkungan Tengah, Desa Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, dengan DPT 272 pemilih
- Kabupaten Bangli: PAUD Dharma Santi Desa Ulian Nomor TPS 2, Desa Ulian, Kecamatan Kintamani, dengan 246 pemilih
- Kota Denpasar, Jalan Salya 44 Nomor TPS 001 Banjar Pucak Sari, Kelurahan Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, dengan DPT 273 pemilih
- Kabupaten Gianyar: Banjar Peninjoan Nomor TPS 6 Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, dengan 240 pemilih.
KPU Bali Membentuk TPS Perempuan, Ini Sebarannya

Denpasar, IDN Times – Partisipasi perempuan di Bali dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dimaksimalkan. Selain untuk keperluan pemilu, keterwakilan perempuan dalam jabatan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Bali juga sudah terlihat. Keterlibatan ini mencapai 40 persen.
KPU Bali juga membentuk TPS perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang, dan melibatkan generasi muda dalam kepanitiaan yang porsinya mencapai 45 persen. Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Selasa (19/12/2023) lalu.
1.KPU Bali maksimalkan keterlibatan perempuan dalam urusan KPU

Agung menyatakan, rekrutmen PPK, PPS, dan KPPS telah melibatkan perempuan. Keterwakilan perempuan juga terlihat dari dua orang sekretaris di KPU Kota Denpasar, yang sebelumnya tidak ada. Juga ada beberapa kasubag daru perempuan. Selain itu, KPU telah melibatkan perempuan 30-40 persen.
“Ini dalam rangka kita tidak hanya berbicara afirmatif terus 30 persen. Kenapa gak equal, sama. Itu saya dorong,” ungkapnya.
Keterlibatan ini juga untuk memberikan gambaran yang berbeda dalam memandang persoalan politik dari sisi perempuan, serta memotivasi mereka untuk terlibat dalam politik ke depannya.
“Itu sudah kami uji cobakan di Pilkada 2020 (KPPS). Itu di Denpasar saya bikin satu, hasilnya luar biasa,” terangnya.
2.Perempuan menjadi penyelenggara pemilu di seluruh Bali

Sedangkan TPS perempuan ini telah mendapatkan apresiasi dari pusat. TPS perempuan yang dimaksud adalah semua penyelenggaranya pemilu, dan stakeholder-nya perempuan. Berikut ini daftarnya:
3.Melibatkan generasi muda sebagai KPPS

Selain memaksimalkan peran perempuan, KPU Bali juga memaksimalkan peran generasi muda sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari usia 17 tahun ke atas. KPPS di Bali sebanyak 89.000 orang, dan generasi muda diberikan kesempatan menjadi penyelenggara di tingkat TPS.
Sedangkan pada tingkatan Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) rentang usia yang di bawah 25 tahun sebanyak 40-45 persen. Jumlah ini diseimbangkan dengan kondisi di mana saat ini generasi mudalah yang memegang era Informasi dan Teknologi (IT).
Sementara itu potensi pemilih di Bali sendiri tercatat sebesar 52-54 persen didominasi oleh Gen Z, dan Gen Y. KPU Bali menargetkan partisipasi DPT dapat mencapai 83 persen.



















