Sejumlah Masjid & Tempat Ibadah di Bali akan Jadi Rest Area Pemudik

- Kemenag Bali menyiapkan program Serambi Bali yang menjadikan masjid dan tempat ibadah sebagai rest area ramah bagi pemudik selama Lebaran 2026.
- Tempat ibadah yang terlibat akan menyediakan fasilitas seperti toilet bersih, air minum, camilan, takjil gratis, hingga pengisian daya gawai untuk kenyamanan pemudik.
- Pura Majapahit di Jembrana menjadi salah satu lokasi rehat pertama yang disetujui, dengan dukungan Pemkab Jembrana dan rencana layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Denpasar, IDN Times - Persiapan mudik Lebaran 2026, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) RI Provinsi Bali akan menyiapkan sejumlah tempat ibadah di Bali sebagai tempat rehat alias rest area untuk pemudik. Persiapan tersebut melalui program Serambi Bali atau Sentra Ramah Masjid/Tempat Ibadah di Bali.
Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Bali, Wina Maya Lestari, mengatakan program tersebut dirancang khusus agar masjid dan tempat ibadah lainnya di Bali ramah sebagai tempat istirahat pemudik.
“Program dari Kementerian Agama bahwa masjid itu sebagai tempat persinggahan yang ramah bagi pemudik,” kata Wina kepada IDN Times Selasa (3/3/2026).
Tempat ibadah jadi titik yang aman dan ramah untuk pemudik

Wina menjelaskan, tempat ibadah telah semestinya menjadi titik yang aman bagi pemudik untuk beristirahat. Belum ada jumlah rinci masjid dan tempat ibadah yang akan terlibat sebagai tempat istirahat pemudik. Meskipun demikian, Wina memastikan tempat ibadah yang terlibat memiliki toilet bersih, air minum, dan kebutuhan pemudik lainnya.
“Jadi di tempat ibadah itu, nanti di masjid toiletnya bersih, kemudian nanti mungkin ada minum saat mereka sudah berbuka,” kata dia.
Kebersihan tempat ibadah dan ketersediaan camilan sederhana, akan melengkapi tempat ibadah yang menjadi lokasi rehat para pemudik.
Pura Majapahit di Jembrana jadi satu lokasi rehat pemudik

Tidak semua tempat ibadah di Bali terlibat sebagai lokasi rehat pemudik. Kata Wina, akan ada masjid dan tempat ibadah lainnya yang dipercaya.
“Nanti ada beberapa masjid yang nanti akan dituju. Ya, memang representatif,” ujar Wina.
Ia mengungkapkan satu tempat ibadah yang telah bersedia menjadi lokasi rehat pemudik, yakni Pura Majapahit di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kata Wina, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana telah menyetujui kerja sama ini dengan Kanwil Kemenag Bali. Selain fasilitas toilet, air minum, dan camilan, petugas di masing-masing tempat ibadah akan disediakan.
“Nanti sedang kita upayakan dan bekerja sama juga dengan Kementerian Agama dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis,” imbuh Wina.
Fasilitas tempat ibadah, hingga pengisian daya gawai

Para pemudik dan musafir dapat beristirahat di tempat ibadah sebelum melanjutkan perjalanan. Selain sejumlah fasilitas di atas, Wina mengungkapkan pemudik juga disediakan tempat beribadah, tempat parkir, toilet, tempat istirahat, hingga pengisi daya gawai. Ada juga takjil gratis untuk pemudik dan musafir.
“Masjid maupun tempat ibadah lainnya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sentra pelayanan umat yang ramah, aman, dan menenangkan,” tutur Wina.

















