Komunitas Ruang Baca Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Salah satu siswa SMKN 3 Tabanan, Ni Putu Ema Prameswari Artayasa Yonetani mengatakan ia masih suka membaca buku fisik. Buku yang ia suka baca adalah novel. "Biasanya saya beli di toko online. Atau membaca buku di ruang baca seperti ini. Kalau sedang ada waktu saya mampir ke toko buku untuk membeli novel," katanya.
Sementara itu Bunda Literasi Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, mengatakan di era digitali saat ini anak-anak langsung memegang HP, bahkan kadang-kadang lupa makan. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan gawai pada anak. “Kita sebagai orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak dalam menggunakan HP atau smartphone. Memang kita tidak bisa menolak era digital, tapi anak-anak harus didampingi karena informasi baik dan buruk sama-sama tersebar di dalamnya,” tegas Bunda Rai.
Sebagai solusi, Bunda Rai mengajak seluruh elemen, baik keluarga maupun sekolah, untuk kembali menghidupkan budaya membaca. “Mulai dari hal kecil, dari rumah ajak anak-anak membaca buku sederhana yang bermakna. Di sekolah, aktifkan kembali budaya membaca di perpustakaan, dan ajarkan anak-anak untuk menyaring informasi yang mereka baca,” katanya.