Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polres Badung Belum Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan WN Belanda

Polres Badung Belum Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan WN Belanda
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Polres Badung masih kesulitan mengungkap identitas dua pelaku penganiayaan berat terhadap WN Belanda RP, meski sudah mengantongi ciri-ciri dari saksi dan rekaman CCTV.
  • Kepolisian menunggu hasil penyelidikan identitas pelaku sebelum berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk pencekalan, sementara korban diketahui telah lama menetap di Bali.
  • Hingga kini belum ditemukan hubungan antara korban dan pelaku, dan penyidik masih mendalami motif serta aktivitas korban sebelum kejadian berdasarkan keterangan para saksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Badung, IDN Times - Kepolisian Resor Badung mengaku menemui kendala pengungkapan identitas dua pelaku kasus penganiayaan berat Warga Negara Belanda, berinisial RP (49). Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan, personelnya tengah melakukan penyelidikan ciri-ciri kedua pelaku yang telah didapatkan dari keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Nantinya, setelah identitas pelaku terungkap, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk melakukan pencekalan. Namun pihaknya memastikan hingga Rabu sore ini identitas pelaku belum terungkap.

"Kami belum bisa memastikannya (pelaku kabur ke luar negeri). Namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi," ungkapnya pada Rabu (25/3/2026).

1. Kepolisian sulit mengungkap pelaku kasus penganiayaan berat RP

Polres Badung
Lokasi penganiayaan WN Belanda (Dok. istimewa)

Berdasarkan rekaman CCTV diketahui salah satu ciri menonjol pelaku menggunakan jaket ojek online. Modus ini ia ungkap sengaja digunakan pelaku untuk menghilangkan jejak kriminal mereka. Apalagi jaket ojek online sudah sangat mudah untuk dibeli secara online. Kendaraan yang digunakan pelaku berjenis matic Vario juga masih pendalaman dikarenakan minimnya CCTV di lokasi kejadian.

"Sampai saat ini pemeriksaan saksi sudah 5 orang dan masih akan dilanjutkan dengan saksi-saksi yang lain," terangnya.

2. Koordinasi dengan imigrasi menunggu penetapan identitas pelaku

Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)
Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)

Sementara itu, hasil koordinasi dengan pihak keimigrasian, korban RP diketahui berada di Bali sejak tahun 2024 dan belum bepergian lagi. Sebelum tahun 2024, imigrasi merekam jejak perjalanan RP yang diungkap beberapa kali keluar masuk Bali. RP dilaporkan juga mengendalikan beberapa bisnis atau usaha di Bali.

Koordinasi permintaan pencekalan dan tindakan lanjutan oleh imigrasi kepada pelaku belum bisa dilakukan pihak kepolisian mengingat belum ada pengungkapan identitas yang diduga menjadi pelaku kejahatan ini.

"Tentunya setelah identitas pelaku terungkap," ucapnya.

3. Belum terungkap hubungan korban dan pelaku

Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)
Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times)

Hingga saat ini, pihak kepolisian menyampaikan belum menemukan adanya hubungan antara korban dan pelaku. Pengungkapan hubungan ini baru akan diketahui setelah pelaku tertangkap nantinya. Namun demikian proses penyelidikan motif yang menjadi pokok permasalahan antara keduanya tengah berlangsung. Sementara dari saksi kekasih korban, keterangan aktivitas sebelum korban meninggal juga belum digali.

"Hal tersebut masih kami dalami," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More