Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Petani Jatiluwih Cabut Seng Setelah Dijanjikan Moratorium

IMG-20260105-WA0027.jpg
Petani Jatiluwih mencabut seng, pada Senin (5/1/2026). (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Tabanan, IDN Times - Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, menggelar tatap muka dengan para petani di Kantor Desa Jatiluwih, Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Senin (5/1/2026). Pertemuan ini sebagai tindak lanjut pengaduan petani yang tempat usahanya disegel oleh Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali beberapa waktu lalu.

"Saya datang ke sini sesuai janji saya untuk memberikan solusi kepada petani. Kemarin karena usahanya disegel mereka datang ke saya. Kami di Pemkab (Pemerintah Kabupaten) berusaha melalukan mediasi ke Pansus TRAP DPRD Bali. Hasilnya ada lampu hijau mengenai pembuatan moratorium," ujar Sanjaya, Senin (5/1/2026).

Moratorum ini diharapkan memberikan jaminan bagi petani mengenai kelanjutan usahanya, terutama yang berusaha di tengah sawah. Petani Jatiluwih pun berjanji untuk mencabut seng-seng yang beberapa waktu lalu dipasang sebagai bentuk protes penyegelan usaha.

1. Moratorium memberikan kebijakan khusus bagi masyarakat lokal

IMG-20260105-WA0032.jpg
Pertemuan Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, dan Petani Jatiluwih, Senin (5/1/2026). (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Sanjaya melanjutkan, terdapat sinyal positif dari Pansus TRAP terkait rencana penerapan moratorium yang memberikan kebijakan khusus bagi masyarakat lokal agar tetap dapat berusaha tanpa merusak keindahan, dan nilai kawasan warisan dunia tersebut. Menurutnya, persoalan di Jatiluwih tidak hanya dilihat dari sisi hukum semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal.

Meski demikian, Sanjaya menekankan pembangunan di tengah sawah tidak dibenarkan karena dapat mengganggu keindahan dan nilai ikonik Jatiluwih sebagai kawasan persawahan terasering. Ia meminta masyarakat tidak membangun secara permanen di tengah lahan sawah, meskipun lahan tersebut merupakan milik pribadi.

Terkait moratorium, Sanjaya memastikan kebijakan tersebut akan dituangkan secara tertulis dan tetap berada dalam koridor aturan. Konsep usaha ke depan, terutama yang berlokasi di tengah sawah, diarahkan pada bangunan nonpermanen, berbahan alami, serta selaras dengan karakter kawasan, bukan beton atau struktur permanen yang merusak lanskap sawah.

2. Pencabutran seng adalah langkah mengembalikan keindahan Jatiluwih

IMG-20260105-WA0030.jpg
Pencabutan seng di Jatiluwih (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Setelah bertemu petani, Sanjaya bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta anggota DPRD Kabupaten Tabanan bersama petani melakukan pecabutan seng secara simbolis. Nantinya pencabutan akan dituntaskan oleh petani Jatiluwih. Sanjaya mengatakan pencabutan seng bukan sekadar simbolis, melainkan langkah awal untuk mengembalikan keindahan kawasan Jatiluwih.

"Ke depan, pemerintah daerah bersama badan pengelola akan merumuskan kebijakan terbaik agar petani, masyarakat, badan pengelola, dan pemerintah sama-sama diuntungkan, sehingga wisatawan yang datang pun merasa nyaman," ujarnya.

3. Petani siap mengikuti aturan bangunan asal tetap diizinkan berusaha

IMG-20260105-WA0029.jpg
Pencabutan seng di Jatiluwih (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Seorang petani sekaligus pemilik usaha yang ditertibkan, Nengah Darmika Yasa, menyambut baik solusi moratorium yang ditawarkan pemerintah. Ia mengaku lega karena diberi kesempatan kembali berusaha untuk menopang ekonomi keluarga.

Ia berharap ke depan kesejahteraan petani semakin terjamin, dan mereka dapat bekerja dengan tenang merawat sawah tanpa rasa khawatir. Darmika juga menyatakan kesiapannya mengikuti aturan yang akan ditetapkan dalam moratorium nanti. Sementara untuk pencabutan seng sendiri, pihaknya akan menuntaskannya, pada Selasa (6/1/2026).

"Saya siap kalau semuanya ikuti aturan tersebut. Termasuk perubahan konsep bangunannya," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Harga Cabai di Bali 7 Januari 2026 dan Pangan Lainnya

07 Jan 2026, 11:56 WIBNews